Seperti dilansir NU Online, riwayat lain menyatakan, janji itu tentang pertama kalinya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam diciptakan, namun yang paling terakhir diutus. (Lihat: Muhammad ibn Jarir al-Thabari, Tafsir al-Thabari, [tanpa cat. kota: Risalah al-Muassasah] 2000, jilid 20, hal. 213. Lantas, mengapa kemudian manusia ingkar janji, menyimpang, dan kufur?
Itulah sifat manusia. Mereka lupa atas janjinya sendiri di hadapan Tuhan mereka. Makanya Allah SWT mengutus para rasul untuk mengingatkan janji itu sehingga tidak ada hujjah bagi mereka untuk tidak beriman saat ditagih janji pada hari Kiamat kelak.
Tak lagi ada alasan, Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan), (QS. Al-A’raf [7] : 172).
(Dyah Ratna Meta Novia)