MAHA besar Allah yang menciptakan unta, sebab hewan ini memiliki banyak keunggulan yang tak ada di hewan lain. Di antaranya dua mata yang mampu beroperasi seperti zoom in zoom out kamera, serta kemampuannya sebagai transportasi gurun pasir yang tak tertandingi.
Allah berfirman, "Maka, tidakkah mereka memperhatikan unta, bagaimana ia diciptakan?" (Al-Ghasyiyah: 17).
Melalui ayat di atas Allah mengajak kita untuk memperhatikan dan merenungkan penciptaan unta karena ia memiliki keistimewaan-keistimewaan yang mengagumkan yang tidak kita temukan pada hewan-hewan lain.
Kita akan lihat bahwa temuan-temuan sains modern baru-baru ini tentang fakta-fakta mengagumkan mengenai unta bisa menjelaskan sebagian rahasia mengapa Allah secara khusus menyebut nama unta di antara sekian banyak makhluk-makhluk-Nya.
Unta. Foto: Istimewa
Penjelasan ini bisa ditelaah dengan mudah baik oleh orang Badui yang masih lugu pada masa permulaan Islam maupun oleh pakar biologi yang mempunyai peralatan-peralatan modern di akhir abad ke-20.
Sebagaimana diketahui, unta ada dua jenis, pertama adalah unta yang memiliki satu punuk, yaitu unta Arab, yang berkembang di Semenanjung Arab. Rata-rata umur unta jenis ini lebih dari 40 tahun. Jenis kedua adalah unta yang memiliki dua punuk, yang hidup di kawasan Asia Tengah.
Hal pertama yang menarik perhatian mengenai unta adalah karakteristik dan bentuk fisiknya, yang menandakan bahwa ia diciptakan dengan kelembutan dan kecerdasan yang sangat tinggi.
Kedua matanya dilapisi oleh dua lapisan bulu mata yang panjang, yang melindunginya dari kotoran dan pasir. Kedua mata itu mempunyai keistimewaan yang bisa memperbesar (zoom) dan mendekatkan objek yang dilihatnya, sehingga objek yang dekat bisa tampak dekat dan objek yang kecil bisa tampa besar (red. Zoom In Zoom Out).
Inilah mengapa unta bisa menurut kepada anak kecil maupun hewan melata yang lemah sekalipun. Allah berfirman, "Dan Kami menundukkannya (hewan-hewan itu) untuk mereka; lalu sebagiannya untuk menjadi tunggangan mereka dan sebagian lagi untuk mereka makan." (Yasin: 72).
Kedua bibir unta kaku dan keras sehingga ia bisa melahap duri-duri yang tajam. Kedua bibir itu sangat efektif dalam mengumpulkan makanan, di mana ia tidak akan kehilangan kelembapan tubuhnya dengan menjulurkan lidahnya keluar.