Sesudah hari itu, Urwa menjadi pembela Rasulullah dengan lidahnya. la mendorong putranya untuk menjadi pembela Rasulullah dan melaksanakan perintah-perintahnya.
Demikianlah, sang wanita suci Urwa binti Abdul Muththalib ini pun menjalani kehidupan dengan membela agama dan keislamannya. la juga membela, melindungi, dan mendukung keponakannya, Rasulullah SAW, dalam menyampaikan dakwahnya.
Al-Hafizh adz-Dzahabi meriwayatkan, "Sesudah masuk Islam, nama Urwa tak terdengar lagi di Makah dan kita tidak mendapat riwayat tentangnya." Dalam buku-buku sejarah Islam kontemporer, penulis menemukan catatan bahwa setelah Rasulullah wafat, Urwa meratapi beliau dalam sebuah kasidah yang sebagian baitnya adalah sebagai berikut:
"Ya Rasulullah, engkau adalah harapan kami
Engkau begitu baik kepada kami dan tak menjauhi
Dalam hatiku seakan terdapat nama Muhammad
Sesudah nabi, aku tak menghinmpun lagi nama."
Sayyidah Urwa yang suci dan beriman ini meninggal dunia pada tahun 15 H. Semoga Allah meridhai Urwa dan menempatkannya dalam keluasan surga-Nya”
Demikian dikutip dari buku berjudul Biografi 39 Tokoh Wanita Pengukir Sejarah Islam, halaman 191-194, Dr. Bassam Muhammad Hamami.
(Abu Sahma Pane)