WANITA suci, Sayyidah Urwa, sang muhajirah dan penyair yang fasih. la adalah Urwa binti Abdul Muththalib ibn Hasyim al-Qurasyiyah al-Hasyimiyah, bibi Rasulullah SAW, wanita yang selalu mendukung dan membela keponakannya: Nabi Muhammad.
Ia juga adalah saudara kandung Abdullah dan ibunda dari sang pejuang, Thulaib ibn Umair ibn Wah ibn Abdi Manaf. Urwa, wanita suci tumbuh di dalam rumah tangga ayahnya, Abdul muththalib, seorang junjungan Quraisy, seorang pemimpin yang terhormat. Dari keluarga tersebut, Urwa mewarisi kehormatan, balaghah, dan fashahah.
Semua itulah yang mendorongnya untuk belajar dan menggubah syair. Ketika ayahnya, Abdul Muththalib wafat, Urwa meratapinya dalam suatu kasidah yang ia lantunkan. Syair tersebut, subhanallah, indahnya:
Ilustrasi. Foto: Shutterstock
"Kedua mataku menangis dan layak menangis
Atas kemurahan yang berwatak pemalu
Atas watak yang mudah dan pemurah
Mulia dan berhati luhur
Atas kedermawanan yang berbudi luhur
Ayahmu yang terbaik tiada duanya
Pemurah, lembut, dan fasilh
Wajahnya bersinar bagai cahaya
Bertubuh kurus, tampan mempesona
Pemilik keagungan yang tiada tara
Dermawan, rupawan, dan tampan
Memiliki kebesaran yang nyata
Tumpuan raja dan musim hari raya
Pemberi keputusan jika diminta
Sejak muda berwatak dermawan dan murah
Pemberani saat darah mengalir
Jika pemberani takut kematian
Seakan hati kebanyakan mereka menjadi udara
la maju menghunus pedang
Berkilat saat engkau lihat."
Sebelum Islam, pada masa jahiliyah, Sayyidah Urwa dinikahi oleh Umair ibn Wahb ibn Abdi Manaf dan memiliki seorang anak bernama Thulaib. Ketika suaminya meninggal, perempuan berjuluk sang wanita suci itu menikah dengan Artha 'ah ibn Syurahbil ibn Hasyim dan memiliki anak bernama Fathimah.