Mengenal Ummul Fadhal, Istri Paman Rasulullah yang Pemberani

Suherni, Jurnalis
Jum'at 20 Desember 2019 12:34 WIB
Perempuan berjuang di padang pasir (Foto: Pond5)
Share :

Suatu riwayat menyebutkan bahwa setelah mati, Abu Lahab dibiarkan oleh anak-anaknya selama tiga hari. Jasadnya tidak dimakamkan hingga membusuk.

Kaum Quraisy merasa takut dengan penyakit bisul sebagaimana ketakutan mereka terhadap tha'un. Hal itu terus berlangsung sampai ada seorang Quraisy mengatakan kepada anak-anak Abu Lahab, "Celakalah kalian! Apakah kalian tidak merasa malu bahwa jasad ayahmu membusuk di rumahnya dan tidak kalian makamkan?"

Mereka menjawab, "Kami takut terjangkit oleh penyakitnya."

Laki-laki itu pun menyahut, "Pergilah dan aku akan membantu kalian!"

Demi Allah, mereka tidak memandikan jasad Abu Lahab selain dengan sedikit air tanpa mendekat. Setelah itu, mereka menggali liang kubur lalu mereka dorong tubuh itu dengan sebatang kayu ke dalam liang tersebut. Selanjutnya, mereka timpakan batu-batu ke dalam liang kubur hingga jasad itu tertimbun.

Demikianlah, akhir hidup setiap orang yang dengan terang-terangan memusuhi Allah dan Rasul-Nya. Abu Lahab demikian jauh tersesat hingga memusuhi serta menyakiti Rasulullah dan para sahabat. Maha Benar Allah yang berfirman,

فما جراء من بفعل ذلك منكم إلا خزي في الحياة الدنيا ...

إلى أشد العذاب ومال له بغافل عما تعملون

"Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, kecuali kenistaan dalam kehidupan dunia dan pada hari Kiamat mereka dikembalikan pada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat." (QS. Al-Baqarah: 85)

Dengan demikian, sejarah Islam sangat layak membanggakan Ummul Fadhal. Seorang wanita pemberani dan beriman yang berani memberi balasan kepada musuh Allah dan Rasul-Nya hingga berakhirlah kesombongannya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya