Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi bersyukur perayaan Natal 25 Desember 2019 di berbagai wilayah Indonesia berjalan aman dan damai.
Umat Kristiani dapat merayakan Natal dengan penuh khidmat dan suka cita sebagaimana mestinya. Kondisi ini patut diapresiasi.
"Perayaan hari besar keagamaan, khususnya hari raya Natal yang berlangsung aman dan damai menjadi salah satu bukti bahwa kualitas kerukunan umat beragama yang baik di Indonesia. Hal ini tentu tidak terlepas dari kerja keras umat, tokoh agama , dan ormas keagamaan dalam merawat kerukunan," ujar Menag Fahcrul Razi, Senin (30/12/2019).
“Natal tahun ini berlangsung aman dan damai. Terima kasih kepada umat beragama, khususnya umat Islam selaku umat mayoritas di negeri ini," tambahnya.
Secara khusus, Menag Fachrul Razi juga menyampaikan rasa terima kasih kepada ulama, umat Islam, serta ormas Islam di seluruh wilayah Indonesia. Suasana damai selama perayaan Natal tidak terlepas dari sikap toleransi mereka terhadap umat Kristiani dalam perayaan Natal tahun ini.
“Bahkan, ada sebagian di antara mereka yang ikut menjaga gereja, saat umat Kristiani merayakan Natal,” terangnya.
Seperti dilansir dari website Kemenag, apresiasi dan terima kasih juga disampaikan Menag Fachrul Razi kepada umat Kristiani. Mereka telah merayakan Natal secara khidmat dan tidak berlebihan sehingga, perayaan Natal berlangsung penuh sukacita dan damai.
Kepada seluruh umat beragama, majelis agama, dan tokoh agama, Menag Fachrul Razi berharap kiranya terus bersinergi dalam menjaga dan merawat kerukunan umat beragama. Sebab, kedamaian dan kerukunan menjadi prasyarat mutlak terlaksananya pembangunan.
“Pemerintah akan mudah membangun, jika kondisi masyarakatnya rukun dan damai. Para ulama dan tokoh agama berperan penting dalam menjaga kerukunan umat,” ujarnya.
“Jika negara rukun dan damai, masyarakat akan nyaman, banyak wisatawan berkunjung ke Indonesia, dan investasi pasti akan berkembang lebih banyak," pungkas Menag fahcrul Razi.
(Dyah Ratna Meta Novia)