Mengenang Yunahar Ilyas, Ulama Berpengetahuan Luas dan Jago Ceramah

Novie Fauziah, Jurnalis
Jum'at 03 Januari 2020 20:02 WIB
KH Prof Yunahar Ilyas (Foto: Muhammadiyah)
Share :

Wakil Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah KH. Yunahar Ilyas meninggal dunia pada 2 Januari 2020, pukul 23.47 di RS. Sarjito Yogyakarta.‬ Ia menghembuskan napas terakhir setelah sempat dirawat untuk persiapan cangkok ginjal.

Dikutip dari situs resmi Muhammadiyah, KH. Yunahar Ilyas lahir di Bukittinggi, 22 September 1956 dan mulai bergabung menjadi anggota Muhammadiyah sejak 1986. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Majelis Tabligh dan Dakwah Khusus PP Muhammadiaya periode 2000-2005 dan pada 2005-2010 menjabat sebagai Ketua PP Muhammadiyah.

KH Yunahar Ilyas juga aktif di lembaga lain di luar Muhammadiyah, di antaranya wakil ketua di Majelis Ulama Indonesia. Sehari-hari, bekerja sebagai dosen/Guru Besar di Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sejak 1987.

Yunahar juga dikenal sebagai tokoh berpengaruh di Muhammadiyah. Dikenal dengan pemikirannya yang moderat, membuat karya-karya tentang ilmu ketauhidan hingga menjadi ulama yang sering menyebarkan pengetahuannya melalui dakwah.

Sementara itu menurut Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas, Yunahar Ilyas merupakan salah seorang ulama yang berpengetahuan luas. Sehingga ia sering disapa oleh teman-teman dan murid-murid serta jemaahnya dengan Buya.

"Ceramah-ceramahnya menarik, karena di setiap ceramahnya selalu saja ada sesuatu yang baru dan yang menggelitik hati dan pikiran jemaah, yang beliau selipkan. Sehingga setiap pengajian yang beliau hadiri selalu hidup dan ramai jemaahnya," katanya saat dihubungi Okezone, Jumat (3/1/2020).

Anwar menuturkan, bidang keahlian yang dikuasai oleh Yunahar adalah dalam ilmu tafsir, yaitu suatu cabang keilmuan dalam Islam yang sangat sarat dengan perbedaan pendapat.

"Hal itu tampaknya juga telah membentuk sikap dan cara pandang beliau, sehingga dalam hidup bermasyarakat dan berorganisasi yang terkadang sangat tinggi dinamika dan perbedaan pendapat.

Tapi yang dihadapi beliau tampak tidak mengalami banyak kesulitan, karena beliau sudah terbiasa menghadapi perbedaan pendapat dan melihat suatu masalah dari berbagai perspektif," katanya.

Lebih lanjut, Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini bilang, ada dua poin yang sangat menonjol daro sosok Yunahar, di antaranya:

1. Salah satu karya yang diprakarsainya bersama teman-teman dari majelis tarjih dan tajdid adalah Tafsir At Tanwir yang belum selesai, walau sudah ada yang naik cetak.

2. Banyak buku tentang tauhid dan akhlak, serta lainnya yang Yunahar terbitkan.

Selain itu, Yunahar pun dipercaya oleh Muhammadiyah menduduki posisi sebagai ketua. Hal ini didasari karena ia menguasai ilmu pengetahuan agama yang luas, khususnya di bidang dakwah.

"Beliau oleh teman-teman di PP Muhammadiyah dipercaya dalam dua periode kepemimpinan ini, untuk membidangi masalah tarjih dan dakwah. Dua bidang yang memang sangat beliau kuasai," pungkasnya.

(Muhammad Saifullah )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya