Spons atau porifera
Spons dianggap sebagai tanaman hingga tahun 1765 M. Ketika itu, seorang ilmuwan bernama Alice melakukan penelitian terhadap salah satu jenis spons. Ia kemudian mengetahui ada air yang masuk ke dalam lubang yang terdapat di samping spons dan keluar melalui lubang bagian atas, dengan cara melepaskannya. Pada saat itulah muncul keraguan di benaknya, bahwa apa yang sedang ia teliti bisa jadi merupakan hewan.
Pada 1852 M, ilmuwan Robert Grant telah mengategorikan spons sebagai hewan. Di antara spons, ada yang sangat kecil sehingga tidak dapat dilihat kecuali dengan teliti. Namun, ada pula spons dengan ukuran yang besar. Warna spons bermacam-macam kuning, hijau, jingga, merah, dan biru. Tubuh spons dipenuhi dengan lubang-lubang kecil dan di bagian atasnya terdapat lubang besar. Air yang mengandung organisme hidup dan sari-sari makanan masuk melalui lubang-lubang samping, sementara kotoran dan sisa-sisa makanan dikeluarkan dari lubang bagian atas.