Dua Kebahagiaan Orang yang Berpuasa

, Jurnalis
Jum'at 24 April 2020 18:37 WIB
Kebahagiaan Orang yang Berpuasa (Ilustrasi Okezone)
Share :

Orang yang berpuasa bukan saja berpotensi untuk menjadi lebih sehat secara jasmani maupun ruhani. Tapi juga mendapatkan kesenangan dan kebahagiaan. Ada dua kebahagiaan bagi mereka yang berpuasa sebagaimana disabdakan oleh Nabi SAW.

لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ : فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ، وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ

"Bagi yang berpuasa ada dua kebahagiaan. Kebahagiaan ketika berbuka puasa dan kebahagiaan ketika bertemu Tuhannya." (HR. Imam Muslim)

Pertama kebahagiaan itu ia dapatkan saat dia berbuka puasa. Rasa senang dan bahagia muncul dari dalam diri setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Bisa kembali makan dan minum serta berhubungan suami istri. Tapi kebahagiaan jenis ini ialah ialah kembali mendapatkan kenikmatan secara jasmani.

Kedua, kebahagiaan saat bertemu Allah Swt. Sejatinya tidak ada nikmat di akhirat yang ditunggu-tunggu seorang muslim melainkan bertemu kekasih yang dicintai-Nya. Bahkan kebahagiaan ini tak ternilai jika dibandingkan dengan surga yang merupakan ciptaan-Nya.

وُجُوهٞ يَوۡمَئِذٖ نَّاضِرَةٌ

إِلَىٰ رَبِّهَا نَاظِرَةٞ

Wajah-wajah (orang mukmin) pada hari itu berseri-seri, memandang Tuhannya. (Surah Al-Qiyamah, Ayat 22-23)

Ada juga yang memahaminya kebahagiaan itu muncul karena mengetahui puasanya diterima oleh Allah Swt dan ia mendapatkan ganjaran di akhirat yang berlimpah dari-Nya. Inilah kebahagiaan yang hakiki di akhirat nanti.

Sebab ganjaran orang yang berpuasa demikian besar di akhirat nanti. Itu karena kesabaran mereka di dunia menahan diri dari yang membatalkan puasa serta yang diharamkan Allah.

قُلۡ يَٰعِبَادِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ رَبَّكُمۡۚ لِلَّذِينَ أَحۡسَنُواْ فِي هَٰذِهِ ٱلدُّنۡيَا حَسَنَةٞۗ وَأَرۡضُ ٱللَّهِ وَٰسِعَةٌۗ إِنَّمَا يُوَفَّى ٱلصَّٰبِرُونَ أَجۡرَهُم بِغَيۡرِ حِسَابٖ

Katakanlah (Muhammad), “Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman! Bertakwalah kepada Tuhanmu.” Bagi orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu luas. Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas. (Az-Zumar: 10)

Dalam kitab Sirrul Asrar Syekh Abdul Qadir Al Jailani qs menyebut kebahagiaan yang pertama karena berhasil menahan dari makan, minum dan jima' di siang hari sehingga dia bisa berbuka (ifthar)

Sedangkan yang kedua kebahagiaan karena berhasil menahan seluruh anggota tubuhnya dari apa-apa yang diharamkan, dari aneka larangan, serta dari hal-hal yang tercela secara lahir batin. Hal tercela itu contohnya ujub (berbangga diri), sombong), pelit dan lain sebagainya. Sehingga dia bisa berbuka (ifthar) menikmati aneka kenikmatan di dalam surga dan bertemu Allah Swt.

Oleh : Saepuloh

Muballigh Tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyyah (TQN) Pontren Suryalaya, Koordinator Dai Instruktur Nasional (DIN) JATMAN dan Peneliti Pusat Studi Al Qur'an (PSQ)

(Muhammad Saifullah )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya