Dalam kitab Sirrul Asrar Syekh Abdul Qadir Al Jailani qs menyebut kebahagiaan yang pertama karena berhasil menahan dari makan, minum dan jima' di siang hari sehingga dia bisa berbuka (ifthar)
Sedangkan yang kedua kebahagiaan karena berhasil menahan seluruh anggota tubuhnya dari apa-apa yang diharamkan, dari aneka larangan, serta dari hal-hal yang tercela secara lahir batin. Hal tercela itu contohnya ujub (berbangga diri), sombong), pelit dan lain sebagainya. Sehingga dia bisa berbuka (ifthar) menikmati aneka kenikmatan di dalam surga dan bertemu Allah Swt.
Oleh : Saepuloh
Muballigh Tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyyah (TQN) Pontren Suryalaya, Koordinator Dai Instruktur Nasional (DIN) JATMAN dan Peneliti Pusat Studi Al Qur'an (PSQ)
(Muhammad Saifullah )