Menjadi garda terdepan dalam penanganan COVID-19, membuat para dokter dan tenaga medis bertaruh nyawa demi kesehatan manusia. Beban itu akan semakin berat dalam bulan Ramadhan ini, karena sebagai umat Islam dokter muslim wajib berpuasa.
Meski pada kenyataannya, ketika dokter muslim dan tenaga medis mengenakan alat pelindung diri (APD), mereka pun diminta untuk 'berpuasa' setidaknya 8 jam. Sebab, ketika sudah mengenakan APD lengkap, maka dokter dan tenaga medis sulit untuk bisa makan dan minum.
Nah, menjadi pertanyaan sekarang apakah para dokter dan tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam penanganan COVID-19 boleh tidak berpuasa Ramadhan?
Diterangkan Ustadz Achmad Zacky Mirza, dalam kondisi seperti sekarang yang bisa dikatakan sebagai kondisi darurat, ada beberapa hal yang harus dipahami. Terkait dengan hukum berpuasa dokter muslim di saat pandemi, itu kembali ke pribadi masing-masing.