Akibat wabah virus Corona (COVID-19) yang terjadi sejak Maret lalu hingga bulan Ramadhan ini, sejumlah ibadah Muslim tidak bisa dilakukan di masjid. Contohnya Sholat Tarawih berjamaah terpaksa dilakukan di rumah guna mencegah penularan penyakit tersebut.
Meski begitu Islam mengajarkan bahwa kekhusyukan ibadah Ramadhan itu tidak tergantung tempat, namun ada pada setiap qalbu setiap Muslim. Jadi di rumah pun jika qalbu khusyuk, ibadah tetap bisa khusyuk.
Wabah corona sendiri sesungguhnya memiliki sisi positif jika dilihat dari sisi hikmahnya. Sisi positifnya yaitu sekarang adalah saatnya menghidupkan rumah dengan berbagai amalaiah sebagaimana ajaran Rasulullah.
Dalam salah satu haditsnya Nabi Muhammad bersabda, “Wahai manusia, sholatlah kalian di rumah-rumah kalian, karena sholat paling utama adalah sholatnya seseorang di rumahnya kecuali sholat fardhu.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dalam hadits lain dinyatakan, “Apabila salah seorang kalian telah melaksanakan sholat (fardhu) di masjidnya hendaknya ia jadikan sebagian sholatnya untuk rumahnya, karena Allah menjadikan kebaikan di rumahnya dengan sebab sholatnya itu,” (HR. Muslim).