Membentuk Karakter Anak saat Pandemi COVID-19 di Bulan Ramadhan

, Jurnalis
Selasa 28 April 2020 13:16 WIB
Share :

Menurut Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, makna “jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka” adalah lakukanlah ketaatan kepada Allah dan tinggalkan maksiat serta suruhlah mereka untuk berdzikir kepada Allah.

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu‘anhu mengatakan bahwa makna “peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka”, adalah “didiklah mereka dan ajarkan ilmu kepada mereka (addibhum wa‘allimhum)”.

Makna peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka”, adalah, “Engkau memerintahkan mereka untuk menaati Allah dan mencegah mereka dari bermaksiat kepada Allah, hendaklah engkau menegakkan perintah Allah teradap mereka, memerintahkan mereka dengan perintah Allah dan membantu mereka dalam urusan tersebut

Kebaikan keluarga akan berpengaruh kepada kebaikan masyarakat, dan kebaikan masyarakat akan berpengaruh kepada kebaikan negara.

Oleh karena itulah agama Islam banyak memberikan perhatian masalah perbaikan keluarga. Di antara perhatian Islam adalah bahwa seorang laki-laki, yang merupakan kepala rumah tangga, harus menjaga diri dan keluarganya dari segala perkara yang akan menghantarkan menuju neraka.

“Perintahkanlah anak-anak kalian shalat ketika berumur tujuh tahun, dan pukullah mereka ketika berumur sepuluh tahun (jika mereka enggan untuk shalat) dan pisahkanlah mereka di tempat-tempat tidur mereka masing-masing”. [HR. al-Hâkim, Ahmad dan Abu Dâwud; disahihkan al-Albâni dalam al-Irwâ`]

Mengajari ibadah kepada anak-anak bukan hanya shalat, namun juga ibadah-ibadah lainnya. Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata, ‘Demikian juga (anak-anak dilatih) tentang puasa, agar hal itu menjadi latihan baginya untuk melaksanakan ibadah, supaya dia mencapai dewasa dengan selalu melaksanakan ibadah dan ketaatan, serta menjauhi kemaksiatan dan meninggalkan kemungkaran, dan Allâh Yang Memberikan taufiq”. [Tafsir Ibnu Katsîr, surat at-Tahrîm ayat ke-6]

Dalam hadist lain di sebutkan bahwa setiap manusia akan diminta pertanggungjawabannya atas apa yang telah diperbuat. Dari Ibnu Umar r.a bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Ketahuilah, kamu sekalian adalah pemimpin dan kamu sekalian bertanggung jawab atas orang yang di pimpinnya.

Penguasa adalah pemimpin atas rakyatnya yang dipimpinnya. Laki-laki adalah pemimpin atas keluarganya dan bertanggung jawab atas kepemimpinannya. Seorang perempuan juga pemimpin bagi rumah suami dan anak-anaknya dan ia bertanggung jawab atas itu semua, seorang hamba sahaya bertanggung jawab terhadap harta tuannya."(HR.Bukhari, Muslim, Ahmad, Abu Dawud dan Tarmidzi).

Sudahkah kita hari ini berbuat baik terhadap keluarga dengan cara mengajak suami, istri, anak anak dan keluarga besar lainnya untuk meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT?

Momentum yang sangat tepat jika di bulan Ramadhan 1441 Hijriyah ini kita dapat bersama-sama, berkumpul bersama, menjalankan ibadah puasa, ibadah tarawih, membaca Alquran serta ibadah lainnya di mana kita tidak disibukkan dengan urusan duniawi.

Semoga kita dapat menjalankannya dengan penuh Istiqomah. Amiin Ya Robbal Alamin.

Oleh Dr. Diana Mutiah, M.Si

Penulis adalah Pengurus Harian PP ISNU dan Dosen Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

(Muhammad Saifullah )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya