Tausiyah Ramadhan: Budak Cintanya Allah

, Jurnalis
Senin 18 Mei 2020 05:01 WIB
Share :

Kita barangkali lupa kaidah-kaidah ini. Target ibadah kita susun dalam matriks panjang, daftar yang berurutan dengan angka-angka yang harus dicapai. Berapa kali putar khatam, berapa banyak uang disedekahkan, berapa sering puasa dilestarikan. Target-target itu dipampang di dinding kamar kerja, di pintu lemari, di halaman media sosial, lalu berubah menjelma beban.

Melakukannya seperti dikejar-kejar, diliputi kekhawatiran jika target tak tercapai. Yang ketika anak merengek mengajak main, kita menolaknya karena belum selesai target tilawah harian. Yang ketika orang lain membutuhkan pertolongan, kita mengabaikannya karena ada target yang belum tercontreng. Yang ketika ada tanggung jawab belum terpenuhi, kita melewatkannya karena ada desakan amaliyah yang telah kita susun dan sekarang mengejar-ngejar kita.

Tak ada yang keliru dengan target dan niat untuk melakukan amal kebaikan sebanyak-banyaknya. Memburu kebaikan dan berlomba-lomba bersamanya adalah jalan yang mesti dirawat dalam semangat berketuhanan. Tetapi, jangan sampai kehilangan kedalaman kualitas. Menjadi target buruan yang begitu saja dapat terhempas karena nihilnya spirit kecintaan.

Formula interaksi kita dengan Allah itu sederhana: innaddiina yusrun. Agama ini diciptakan dengan banyak kemudahan. Yang berupaya membuatnya sulit, sukar, berat, hanya akan dikalahkan oleh beban yang ia buat-buat sendiri. Muhammad memberikan empat patokan dan koridor yang jelas.

Fasaddiduu – maka berbuat benar dan luruslah. Istiqamah-lah. Jangan berbengkok-bengkok, mencari celah untuk melanggar yang telah jelas dilarang.

Qaaribuu. Berupayalah mendekat pada standar yang telah ditetapkan. Tidak semua kita punya pengetahuan sebaik para ustadz, cendikia agama, penceramah. Tidak semua kita hidup dalam situasi dan kondisi kondusif untuk melangsungkan ritual agama yang ketat dan penuh semangat. Tidak semua kita punya keluangan, kekuatan, dan daya intelektualitas untuk mengerjakan semua perkara sunnah.

Rasulullah memang tidak memaksakannya, tetapi ia memberi sinyal kuat bahwa yang dinilai adalah kehendak dan upaya kita untuk menyejajarkan diri kepada standar, mendekat ke jarak yang seproksimal mungkin dengannya. Jika kita dapat mencapainya, bahkan berlebih – itulah bonus cinta yang menebalkan ikatan antara kita dengan Allah.

Absyiruu – laksanakan semua perilaku keagamaan ini dengan riang gembira, lepas dari tekanan, bebas dari rasa diburu-buru. Allah sudah melepas syariat masa lalu yang memberatkan: shalatnya umat Musa alayhissalam yang lima puluh kali sehari, memotong pakaian yang terkena najis, melukai bahkan membunuh dirinya sendiri sebagai bagian dari pertaubatan.

Allah SWT dengan teramat Maha sayang membuat syariat Islam ini mudah, maka bersenang-senanglah seperti anak kecil yang diberi kelonggaran peraturan rumah dari orangtuanya, seperti anak sekolah yang disajikan keluangan dari guru dan sekolahnya, seperti pegawai yang dikasih keringanan oleh bos dan perusahaannya sehingga mereka semua bergembira dan jatuh cinta.

Ista’iinuu bil ghadwati warrawhati wasya-un minad duljah – mintalah pertolongan untuk tetap dilingkupi rasa ketaatan kepada Allah sepanjang pagi, siang dan sore. Itu seperti kita berbisik romantis kepada pasangan kita sendiri: jaga aku untuk terus mencintaimu.

Agama ini bukan sekadar rangkaian aturan belaka. Ia bukan beban yang memberatkan langkah dan memburu degup jantung di dada. Agama ini semestinya kita formulasikan dalam bentuk aslinya. Cinta. Yang membuat berdiri kita di malam hari, bacaan kita di lembar-lembar mushaf, sebaran harta kita di kotak-kotak amal terasa begitu ringan karena keaslian interaksi kita dengan Allah. Cinta.

Hamba Allah itu bucin-nya Allah. Tidak lain.

Oleh : dr. Ahmad Fuady, M.Sc.-HEPL

Peneliti di Erasmus University Medical Center, Rotterdam, Belanda. Penulis buku “Negeri Sukun: Kelakar Sang Kiai untuk Negeri”

(Muhammad Saifullah )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya