MANUSIA dikaruniai pikiran dan akal. Namun ketidaksempurnaan melekat di dirinya hingga terdapat klasifikasi empat macam manusia.
Mahaguru para ulama Syeikh Abdul Qadir Jailani dalam kitab Futuhul Ghaib menjelaskan keempat macam manusia tersebut secara rinci, termasuk bagaimana menyikapi mereka.
1. Manusia yang tak mempunyai lidah dan hati
Orang seperti ini dianalogikan sebagai kulit padi atau gabah yang tidak berbobot, kecuali Allah SWT mengasihi dan membimbing hati mereka untuk beriman kepada-Nya. Lantaran mereka terkenal sebagai ahli maksiat, bodoh, dan hina.
Syeikh Abdul Qadir Jailani menyarankan agar tidak bergaul dengan manusia semacam ini, kecuali siap menjadi pembimbing, pemimpin serta penyeru agama bagi mereka. Jika ada yang melakukan hal kebajikan tersebut, maka Allah SWT mencatatnya sebagai pejuang dan akan diberikan pahala layaknya para nabi dan rasul.
(Baca Juga : Kisah Nabi Musa Mencari Obat Sakit Perut dan Teguran Allah)
Rasulullah SAW pernah bersabda kepada Ali bin Abi Thalib r.a., "Jika Allah membimbing seseorang melalui perantara bimbinganmu, maka hal itu lebih baik bagimu dari apa saja yang disinari oleh matahari."
2. Manusia yang punya lidah tapi tidak berhati
Manusia semacam ini cara bicaranya bijak, tetapi tidak mengamalkannya. Sikapnya jijik kepada aib orang lain, tapi dia sendiri tenggelam dalam keaiban. Kesalehannya terlihat di mata orang banyak, tapi dosanya besar di hadapan Allah SWT. Bahkan Rasulullah memperingatkan dalam sebuah hadist: "Hal yang paling aku takuti terjadi pada umatku adalah munculnya para ulama busuk (jahat)."
(Baca Juga : 4 Nabi yang Dipercayai Masih Hidup Sampai saat Ini)
Syeikh Abdul Qadir Jailani juga memperingatkan agar jangan pernah bersinggungan dengan orang semacam ini. Lantaran lidah manisnya akan membuat api dosa ikut menyambar orang sekitarnya. Kebusukan hatinya juga membinasakan orang lain.