3. Manusia tak memiliki hati tapi tak berlidah
Tipikal orang beriman yang disembunyikan oleh Allah SWT dari seluruh makhluk-Nya. Allah SWT memeliharanya agar aib-aibnya tersimpan, mencerahkan hatinya, membuatnya sadar akan mudharat berbaur dengan manusia dan ucapan yang buruk.
Jenis orang semacam ini meyakini sikap diam dan menyendiri dari manusia adalah caranya menyelamatkan diri dari dosa. Salah satu sabda Rasulullah yang menjadi pegangan hidupnya: "Barang siapa senantiasa diam, maka dia akan memeroleh keselamatan."
4. Sang Agung yang mengenal Allah SWT
Allah SWT menitipkan pengetahuan rahasia-Nya ke dalam hati manusia jenis ini. Allah SWT memilihnya, mendekatkan-Nya serta membimbing-Nya menuju pintu kedekatan-Nya. Ia kemudian berfungsi menjadi penyeru, pemberi peringatan sekaligus hujattullah atau argumentator bagi Allah SWT.
(Baca Juga : 11 Macam Pahala untuk Orang yang Membayar Zakat Fitrah)
Allah SWT juga menjadikannya pemberi sekaligus penerima syafaat serta orang jujur dan dapat dipercaya. Inilah tingkatan tertinggi dalam kehidupan manusia hingga hampir mencapai maqam kenabian.
Berhati-hatilah dan jangan sampai menentang atau menjauhi orang semacam ini karena nasehat dan perkataannya adalah jalan keselamatan yang diberkahi dan dirahmati oleh Allah SWT.
Mudah-mudahan sekelumit petunjuk dari Syeikh Abdul Qadir Jailani tersebut bisa menjadi pembimbing menuju kehidupan yang penuh keridhoan Allah SWT.
(Muhammad Saifullah )