Pembaca yang dirahmati Allah. Melalui media baru, pesan-pesan komunikasi mudah sekali menyebar. Hanya dengan satu klik, maka pesan bisa terkirim secara masif ke semua kanal, saluran dan berbagai macam aplikasi pengiriman pesan yang terhubung dengan internet.
Kita, misalnya, satu hari bisa mendapatkan pesan ratusan hingga ribuan pesan di media sosial maupun di aplikasi pengiriman pesan.
Saking mudahnya kita mengirimkan pesan baik secara perseorangan maupun dikirim ke dalam grup pertemanan, kita hingga lupa akan kebenaran sebuah pesan yang kita sampaikan. Terkadang kita mengirim pesan bersambung.
Kita dapat pesan, lalu kita kirim pesan yang sama ke sejumlah orang dan sejumlah grup. Padahal orang lain pun melakukan hal yang sama. Sehingga satu pesan beredar di berbagai tempat, dan bahkan di satu grup pesan yang sama itu berulang-ulang dikirim.
Dalam pengiriman pesan, kerap kali kita lupa atau enggan untuk mengecek kebenaran dari pesan yang akan kita kirimkan. Seakan-akan jari kita auto (otomatis) menggirimkan pesan. Tangan kita lebih cepat bergerak dari pada pikiran kita sendiri. Padahal kesalahan dari isi pesan dapat menimbulkan masalah yang besar.
Allah mengingatkan kita tentang hal ini dalam QS. Al-Hujurat 49:6. “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.”
Ayat di atas menerangkan bahwa jika kita mendapatkan sebuah pesan yang berisi sebuah berita, maka kita harus memeriksa kebenarannya. Jangan kita langsung mempercayai pesan tersebut secara bulat-bulat. Telusuri dari mana datangnya berita itu? Siapa yang menyebarkannya? Tanyakan kepada sumber utama tentang kebenaran berita tersebut.