Kedua anak kecil yang polos tersebut pun bertanya kepada sang ibu, kenapa mereka berdua tidak mempunyai baju baru untuk dipakai di hari raya Idul Fitri, padahal sebentar lagi sudah Lebaran.
Ditanya kedua anaknya, Fatimah saat itu hanya bisa menjawab bahwa baju Lebaran keduanya masih berada di tukang jahit untuk dibuat.
Sebagai ibu, Fatimah hanya bisa menitikkan air matanya karena begitu bersedih, sebab nyatanya ia tak punya uang untuk membeli baju Lebaran untuk Hasan dan Husain. Tapi tentu saja pertolongan Allah Subhanahu wa ta'ala untuk hamba-Nya selalu ada.
Tahukah Anda saat Fatimah menangis di rumahnya saat itu, tiba-tiba seorang tamu yang menyebutkan dirinya sebagai tukang jahit datang mengetuk pintu rumah Fatimah dan memberikan bingkisan berisi pakaian sebagai hadiah untuk kedua putranya.
Tak kenal dengan sang tamu misterius tersebut, Fatimah pun kebingungan. Kemudian ia membuka bingkisan tersebut dan di dalamnya terdapat dua setelan busana gamis, dua potong celana, dua mantel, dua sorban dan dua pasang sepatu hitam yang semuanya terlihat indah.
Melihat dua setelan pakaian lengkap ini, Fatimah langsung bergembira dan mengucap syukur.
Tidak lama kemudian, Rasulullah Shalallallahu alaihi wa sallam berkunjung ke rumah Fatimah lalu melihat kedua cucunya sudah rapi dan begitu tampan memakai baju baru yang indah.
Rasulullah Shalallallahu alaihi wa sallam bertanya kepada sang putri, apakah ia sempat melihat sang tukang jahit tersebut. Fatimah menjawab melihat dengan jelas.
Ternyata sang tamu misterius yang menyebut dirinya sebagai tukang jahit itu disebutkan oleh Rasulullah Shalallallahu alaihi wa sallam sebenarnya adalah Malaikat Ridwan yang bertugas sebagai penjaga surga.