Qiblatain, Masjid dengan 2 Arah Kiblat Berbeda

Novie Fauziah, Jurnalis
Rabu 27 Mei 2020 21:04 WIB
Masjid Qiblatain (Foto: Okezone.com)
Share :

TANGGAL 27 dan 28 Mei 2020 akan terjadi Roshdul Qiblat, yaitu ketika matahari tepat berada di atas Ka'bah.

Hal ini merupakan kesempatan bagi umat Islam untuk memvalidasi arah kiblat. Bicara soal kiblat tak akan lepas dari Masjid Qiblatain. Dilansir dari artikel Okezone sebelumnya, masjid ini terletak di atas sebuah bukit kecil di utara Harrah Wabrah, Madinah memiliki dua kiblat yang mengarah ke posisi yang berbeda. Satu menghadap Ka'bah di Makkah, dan satu lagi menghadap ke Masjidil Aqsa, Palestina.

Bermula ketika Rasulullah SAW mampir ke kota ini, tepatnya pada saat perjalanan hijrah dari Makkah ke Madinah. Di tempat inilah Nabi mendengar ada salah seorang penduduk bernama Ummitasyar, ia baru saja kehilangan anaknya karena meninggal dunia.

Mendengar kabar tersebut lantas Nabi Muhammad SAW pun pergi bertakziyah ke rumah Ummitasyar, yang tak lain menyampaikan rasa belasungkawa. Kedatangan Nabi tersebut disambut baik oleh keluarga Ummitasyar, mereka menyembelih satu ekor kambing sebagai jamuan khusus untuk tamu yang paling diagungkan umat Islam tersebut.

Baca juga: Begini Cara Tentukan Arah Kiblat saat Matahari Tepat di Atas Ka'bah

Ketika jamuan makan akan dimulai, tiba-tiba datang waktu Sholat Zuhur. Kemudian Nabi pun mengajak kepada para sahabat, dan warga di sana agar menunaikan sholat lebih dulu sebelum menyantap makanan. Saat itu juga turun wahyu dari Allah, agar mengubah arah kiblat.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al Baqarah ayat 144:

قَدْ نَرَىٰ تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِى ٱلسَّمَآءِ ۖ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَىٰهَا ۚ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ ۚ وَحَيْثُ مَا كُنتُمْ فَوَلُّوا۟ وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُۥ ۗ وَإِنَّ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَٰبَ لَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ ٱلْحَقُّ مِن رَّبِّهِمْ ۗ وَمَا ٱللَّهُ بِغَٰفِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ

Qadnarā taqalluba waj-hika fis-samā`, fa lanuwalliyannaka qiblatan tarḍāhā fa walli waj-haka syaṭral-masjidil-ḥarām, wa ḥaiṡu mā kuntum fa wallụ wujụhakum syaṭrah, wa innallażīna ụtul-kitāba laya'lamụna annahul-ḥaqqu mir rabbihim, wa mallāhu bigāfilin 'ammā ya'malụn.

Artinya: "Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan," (QS. Al Baqarah: 144).

Baca juga: Roshdul Qiblat, PBNU Serukan Umat Islam Besok Cek Arah Kiblat

Dalam tafsir ayat tersebut dijelaskan, ketika wahyu dari Allah turun, Nabi Muhammad sudah menyelesaikan dua rakaat sholat. Namun karena turun wahyu secara tiba-tiba, yakni agar segera mengubah kiblat, maka pada rakaat berikutnya Nabi langsung memutar arah kiblatnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya