Abdullah Dzul Bijadain, Sahabat yang Diridhoi hingga Digalikan Kuburnya oleh Rasulullah

Rizka Diputra, Jurnalis
Selasa 09 Juni 2020 14:31 WIB
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Share :

“Tidak. Engkau tidak akan terbunuh. Tetapi jika engkau sakit demam lantas wafat, engkau mati syahid,” jawab Rasulullah kala itu.

Benar saja, Perang Tabuk dimenangkan tanpa pertempuran. Akan tetapi, saat hendak kembali ke Madinah, Abdullah Dzul Bijadain mengalami demam. Hingga akhirnya pada suatu malam, salah seorang sahabat yakni Abdullah ibnu Mas’ud mendengar suara seperti orang menggali tanah. Saat itu terlihat cahaya menyilaukan dari tempat yang agak jauh dari kemahnya.

Abdullah ibnu Mas’ud kemudian menghampiri lokasi tersebut untuk mengetahui apa sebenarnya yang terjadi. Saat itu, Rasulullah bersama Abu Bakar dan para sahabat lain terlihat sedang menggali liang lahat. Kemudian, Rasulullah mengusung jenazah seorang pria dan memasukkannya sendiri ke liang lahat seraya berdoa: “Ya Allah, hari ini aku ridho kepadanya, maka ridhoilah ia,”

Doa itu merupakan doa istimewa yang keluar dari lisan Rasulullah manakala memakamkan jasad pria yang ternyata adalah Abdullah Dzul Bijadain.

Abdullah ibnu Mas’ud yang mendengar doa istimewa baginda Nabi lantas merasa iri, seraya berujar: “Seandainya jenazah itu adalah jenazahku,” gumam salah satu ahli tafsir terkemuka di zaman Rasulullah itu.

(Rizka Diputra)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya