Ucapan dan Ibadah yang Layak di Sisi Allah Ta'ala

Restu Prihargayu, Jurnalis
Jum'at 12 Juni 2020 00:12 WIB
Ilustrasi sholat. (Foto: Freepik)
Share :

Selalu Berhubungan dengan Allah Ta'ala

Dengan selalu mengingat Allah Subhanahu wa ta'ala, bertambah kuatlah imannya. Dikarenakan peningkatan itu, semakin senang ketika beribadah. Akibat senang beribadah, akhlak akan bertambah mulia.

Nikmatnya sholat, ringannya tahajud, hobi membaca Alquran, selalu terjaga wudunya, dzikirnya, Sholat Dhuha-nya, sedekahnya, silaturahminya, dan asyik dengan introspeksi diri.

Sebagai buahnya, terjauh dari maksiat. Bagaimana bisa bermaksiat sedangkan selalu merasa ada Allah Subhanahu wa ta'ala, Dzat Yang Maha-Menatap, Menyaksikan, Mendengar, lagi Memerhatikan segala gerak-gerik.

Oleh karena itu, hadirkanlah mahkamah kesadaran "maiyyatullâh" yaitu bahwa Allah Subhanahu wa ta'ala selalu bersamanya.

Alone but never lonely; sendiri tetapi tidak pernah merasa sendirian. 

View this post on Instagram

👍👍😍😍 Coba dibiasakan kalimat thoyyibah yg keluar dari lisan kita, bukan ucapkan kasar atau nama hewan yg keluar 📝 . . • • Tolong aamiin kan doa ini: Ya Allah! Berkahilah usia kami, sehatkanlah tubuh kami, terangilah hati kami, mantapkanlah iman kami, bantulah kami memperbaiki amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari maksiat dan keburukan. Aamiin Ya Rabbal'alamiin . . Inspirasi @sahabatsurga . Setiap ibadah memiliki parameter keberhasilannya, termasuk shalat yang kita lakukan. Lalu, apa tolok ukur berhasil atau sukses tidaknya shalat kita? . Allah berfirman, "Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalatmu, dzikirlah, ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk, dan di waktu berbaring" (QS An-Nisâ':103) . . Artinya, orang yang sukses atau benar shalatnya, dia akan banyak mengingat Allah (Stay Connecting with Allah). . . Dia senantiasa terhubung dengan Yang Mahakuasa dalam kondisi apapun: berdiri, duduk, ataupun berbaring. . . @sahabatsurga Orang yang BENAR SHOLAT NYA, dia akan merasa dilihat dan diawasi Allah Ta'ala (ihsan). Dan, ketika sudah merasa dilihat dan diawasi Allah, kecil kemungkinan baginya untuk melakukan maksiat. Inilah yang melahirkan ciri kedua dari para ahli shalat, yaitu terjauh dari perbuatan keji dan mungkar. (Sesuai QS.29:45) . . Selalu connect with Allah.. Dengan selalu ingat Allah, bertambah kuatlah imannya. Karena bertambah kuat imannya, dia pun semakin senang beribadah. Karena senang beribadah, dia pun berakhlak mulia. Nikmatnya shalat, ringannya tahajud, hobinya membaca Al-Quran, selalu terjaga wudhunya, dzikirnya, shalat Dhuhanya, sedekahnya, silaturahmi nya, dan dia asyik dengan introspeksi diri. . . Sebagai buahnya, di pun jauh dari maksiat. Bagaimana bisa bermaksiat sedangkan dia selalu merasa ada Allah, Dzat Yang Maha Menatap, Menyaksikan, Mendengar, lagi Memperhatikan segala gerak-geriknya. . Maka, hadirkanlah mahkamah kesadaran "maiyyatullâh", yaitu bahwa Allah selalu bersamanya. Alone but never lonely; sendiri akan tetapi tidak pernah merasa sendirian. . . #PetikHikmahnya @sahabatsurga

A post shared by Sahabatsurga (@sahabatsurga) on

(Hantoro)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya