TERKADANG sering kali orang yang sudah mengenal sunah dan hijrah dari kebiasaan lama justru meninggalkan persahabatan. Pendakwah Ustadz Felix Siauw memberi pesan penting untuk orang-orang dalam golongan ini.
Melalui akun Instgram @felixsiauw dikutip Okezone, Rabu (24/6/2020), penulis buku ‘Beyond The Inspiration’ ini menceritakan saat dirinya mengisi kajian di lingkungan komunitas pecinta sepeda motor.
Berikut tausyiahnya:
Pas ngisi anak motoran ada yang nanya. "Ustadz, saya punya temen, dulu gila bareng, nakal bareng, riding bareng, mabok bareng. Sekarang dia hijrah", katanya
Baca juga: Ini Kebiasaan Nabi Muhammad Sebelum Tidur
Saya tanggap, "Bagus dong". Dia sambung, "Iya sih, dia jadi jalan kita juga buat jadi berubah, kenal Islam. Nah, setelah kita juga mau belajar baek, dia malah nggak mau ngumpul lagi sama kita, katanya beda manhaj, nggak nyunnah", wow
Saya jadi inget ustadz saya yang berpesan, "Kalau kamu siap terjun ke dunia dakwah, sabar, jangan liat Muslimnya, liat aja Islamnya", dan nasihat itu berguna banget sampai sekarang
Kadang kita jadi bertanya-tanya, bukannya orang kalau udah mengkaji Islam itu harusnya lebih baik ya? Bukannya kalau orang udah berilmu itu harusnya lebih ngerti ya?
Tapi ya itulah, kenyataannya, ujian yang lebih susah itu memang buat yang lebih berilmu
Liat iblis, banyak ibadah, dan sombongnya itu karena dia merasa sudah taat, merasa lebih utama. Pas makan kita hanya diperintah baca "Bismillah", tapi pas baca Al-Qur'an malah diminta baca "Ta'awudz" kan? Malah disuruh berlindung dari syaitan yang terkutuk
Artinya, makin kita jadi baek, makin tinggi juga level syaitan yang dikirim, padahal se-rendah-rendahnya syaitan tetep aja pro hasutannya hehehe.. Tapi ya begitulah kira-kira
Perasaan, tukang mabok nggak kenal madzhab apalagi manhaj, "Kamu manhaj oplosan atau manhaj murni?", "Kamu madzhab nge-lem atau nge-ganja?", nggak ada kan yang nanya gitu? Bagi tukang mabok, yang penting mabok bareng
Yang ngerokok juga nggak pernah nolak ngumpul, hanya karena satu kretek dan satu filter, atau satu nge-vape dan satu cuma joinan. Yang penting sebat dulu lah
Tapi kita, seringkali merasa sudah tinggi, nggak mau kumpul sama yang kita anggap rendah. Kita merasa sudah nyunnah lalu yang lain dari kita, kita anggap syubhat dan ga paham
The dark side of the light. Atau sebenarnya, dia kira dia light padahal dark banget?
Ini cuma pertanyaan pada diri saya sendiri, karena saya juga begitu. Dulu saya merasa kakak saya ga bakal dapet hidayah, jadi saya gamau dakwahin dia
Ternyata saya salah, saya mikir kayak iblis. Mungkin kita, yang merasa udah nyunnah, juga banyak yang gitu
(Salman Mardira)