SEORANG muslim wajib beriman. Artinya meyakini adanya Allah, malaikat, kitabullah, rasul, hari kiamat, qada dan qadar. Dari iman inilah, maka seseorang bisa taat kepada Allah, menjalankan segala perintah dan menjauhi larangan-Nya.
Iman seseorang sering kali naik turun. Oleh karenanya sangat dianjurkan untuk istiqomah menjaga iman dengan terus meningkatkan ibadah dan konsisten dalam kebaikan.
Baca juga: Ini Sederet Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh Lengkap dengan Niatnya
Rasullullah menyampaikan, amal yang paling dicintai oleh Allah adalah amal yang istiqomah walaupun sedikit.
“Mungkin ada seseorang yang beristiqomah dengan hanya membaca Alqur’an, ada yang beristiqomah dengan bersholawat, ada juga yang beristiqomah dengan bersedekah,” ujar Ketua Aswaja Center KH Misbahul Munir.
Dikutip dari kitab ‘Nasoihul Ibad’, berikut ciri-ciri orang yang beriman:
1. At-Takwa: Menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan yang Allah SWT berikan.
Contoh: Orang yang suka menjalankan puasa Senin-Kamis.
2. Al-Hayyu: Orang beriman yang mempunyai malu
Contoh: Malu untuk berbuat maksiat
3. As-syukru: Orang beriman yang selalu hidupnya bersyukur
Contoh: Saat ditimpa kesedihan akan tetap selalu bersyukur karena masih dapat merasakan kesedihan.
4. As-shabru: Orang beriman yang selalu bersabar
Contoh: Saat sedang dilanda kesedihan dia akan selalu senantiasa bersabar dan mengingat nama Allah SWT.
Allah SWT berfirman;
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah,” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” (QS. Fushshilat, 30)
(Salman Mardira)