Selain itu, tobat itu juga bermakna mendekatkan diri, kembali kepada Allah, meminta keridhoan Allah atas dirinya dan kesalahanya, tobat dari dosa kecil atau besar. Terlebih dosa menyangkut hak Allah ataupun dosa atas Haqul adami.
Bahkan para Nabi dan Rasul yang maksum (terjaga)pun selalu bertaubat kepada Allah Subhanahu wa ta’ala, termasuk Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wassala yang telah terjamin dan jelas masuk surga, juga memohon ampun dan bertaubat kepadaNya.
Nabi Shallallahu alaihi wasallam bersabda:
وَعَنْ أبِي هُرَيرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: (وَاللهِ إَنِّي لَأَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوبُ إِليهِ فِي اليَومِ أَكثَرَ مِنْ سَبعِينَ مَرَّةً) رَوَاهُ البُخَارِيُّ.
Artinya: "Dari Abi Hurairah radhiallahu anhu beliau berkata: “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Demi Allah, sesungguhnya aku pasti memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali," (HR. Al-Bukhari).
(Rizka Diputra)