Mau Wudhu, Apakah Wajib Bersihkan Make Up atau Tidak?

, Jurnalis
Selasa 01 September 2020 11:35 WIB
Ilustrasi wudhu (Foto Tepe)
Share :

Imam an-Nawawi menjelaskan dalam karyanya yang berjudul Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab:

إذَا كَانَ عَلَى بَعْضِ أَعْضَائِهِ شَمْعٌ أَوْ عَجِيْنٌ أَوْ حِنَاءٌ وَاشْتِبَاهُ ذَلِكَ فَمَنِعَ وُصُوْلَ الْمَاءِ اِلَى شَيْئٍ مِنَ الْعُضْوِ لَمْ تَصِحَّ طَهَارَتُهُ سَوَاءٌ كَثُرَ ذَلِكَ أَمْ قَلَّ وَلَوْ بَقِيَ عَلَى الْيَدِ وَغَيْرِهَا أَثَرُ الْحِنَّاءِ وَلَوْنُهُ دُونَ عَيْنِهِ أَوْ أَثَرُ دُهْنٍ مَائِعٍ بِحَيْثُ يَمَسُّ الْمَاءُ بَشَرَةَ الْعُضْوِ وَيَجْرِي عَلَيْهَا لَكِنْ لَا يَثْبُتُ صَحَّتْ طَهَارَتُهُ

“Apabila pada sebagian anggota wudhu terdapat lapisan lilin, adonan, inai (kutek), dan sesamanya dan hal tersebut mencegah sampainya air pada anggota, maka wudhunya tidak sah, baik banyak atau sedikit. Dan apabila di tangan atau sesamanya terdapat bekas inai (kutek) dan warnanya, bukan lapisannya, atau terdapat bekas minyak cair sekiranya air masih bisa mengenai kulit anggota wudhu dan mampu mengalir di atasnya meskipun tidak menetap, maka wudunya sah.” (Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab, I/468)

Sebaliknya, jika make up tersebut tidak membentuk lapisan baru, namun hanya sekadar bekas yang dapat hilang atau menyerap air dengan mudah, maka tidak wajib dibersihkan terlebih dahulu.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya