Mandi Junub Menurut 4 Mahzab: Begini Batasan Minimal yang Perlu Dilakukan

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis
Selasa 13 April 2021 10:32 WIB
Mandi junub menurut 4 Mahzab.
Share :

JAKARTA - Bagaimana mandi junub atau mandi wajib banyak dipertanyakan kaum Muslimin. Ini menandakan semangat mereka untuk mengetahui ilmu agama semakin menguat.

Dalam soal mandi junub, para ulama berbeda pendapat mengenai batasan minimal atau hal-hal fardhu atau yang harus dilakukan ketika mandi wajib.

Baca Juga: Belum Mandi Junub Apakah Boleh Makan Sahur?

Ustaz Ammi Nur Baits menjelaskan bagaimana batasan minimal mandi junub menurut 4 mahzab.

Mazhab Hanafi: 

إن فرائض الغسل ثلاثة: أحدها المضمضة, ثانيها الاستنشاق, ثالثها غسل جميع البدن بالماء

“Sesungguhnya hal fardhu ketika mandi wajib ada tiga: 1.Berkumur-kumur, 2. Istinsyaq (memasukkan air ke hidung dan mengeluarkannya), 3. Mencuci seluruh tubuh dengan air

Mazhab Maliki: 

فرائض الغسل خمس وهي: النية, تعميم الجسد بالماء, الموالات, دلك جميع الجسد بالماء, تخليل الشعر

“Hal fardhu ketika mandi wajib ada lima: Niat, Meratakan air ke seluruh tubuh, Beruntun (tanpa diselingi perbuatan lain), Menggososk seluruh tubuh dengan air, dan menyela-nyela rambut”

Mazhab Syafi’i: 

فرائض الغسل اثنان فقط, وهما النية وتعميم ظاهر الجسد بالماء

Baca Juga: Kesiangan dan Belum Mandi Junub Saat Ramadhan, Puasanya Sah atau Tidak?

“Hal fardhu ketika mandi wajib hanya dua: Niat dan Meratakan air ke seluruh bagian tubuh yang terlihat”

Mazhab Hambali: 

فرض الغسل شيئ واحد: وهو تعميم الجسد بالماء ويدخل في الجسد الفم ولأنف

“Hal fardhu ketika mandi wajib ada satu yaitu: Meratakan air ke seluruh tubuh, bagian mulut dan hidung termasuk dalam bagian tubuh yang harus dicuci” (Al-Fiqh alal Mazahib al-Arba’ah: 62-64).

Namun, Syaikh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin menambahkan: 

أن الغسل المجزئ أن ينوي ثم يسمي ثم يعم بدنه بالغسل مرة واحدة مع المضمضة والاستنشاق

 “Batasan minimal seseorang mandi wajib adalah: Berniat, kemudian membaca Basmallah, kemudian meratakan seluruh tubuhnya dengan air sebanyak satu kali, termasuk di dalamnya berkumur-kumur dan Istinsyaq.” (Asy-Syarhul Mumti’: 1/306)

"Sehingga dalam hal ini, jika berpedoman pada mazhab Syafi’I, selama seseorang telah berniat untuk mandi wajib kemudian ia guyurkan air ke seluruh tubuhnya secara merata, maka mandi wajibnya tetap sah," ujarnya sebagaimana dikutip laman Konsultasisyariah pada Selasa (13/4/2021)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya