Melihat Beduk Pendowo yang Berbahan Kayu Utuh Terbesar di Dunia

Agregasi KR Jogja, Jurnalis
Senin 31 Mei 2021 15:41 WIB
Beduk Pendowo di Masjid Agung Purworejo. (Foto: KR Jogja)
Share :

Beduk pun menjadi penanda tibanya waktu salat lima waktu. Beduk juga ditabuh ketika perayaan Idul Fitri dan Idul Adha, bahkan setelah Indonesia merdeka, talu suara beduk menggema saat peringatan kemerdekaan pada 17 Agustus.

Namun, kata Oteng, saat ini Beduk Pendowo tidak ditabuh setiap menjelang salat lima waktu. Takmir masjid berupaya menjaga agar beduk tersebut tetap awet dan tidak mudah rusak.

Baca juga: Buat Aturan Penggunaan Pengeras Suara di Masjid, Kemenag: Tidak Mudah, Pendapat Warga Bervariasi 

"Kulit bagian depan masih asli, hanya belakang sudah pernah diganti. Agar tidak jebol, maka beduk tidak sering-sering ditabuh, sebab kalau sampai rusak takmir akan kesulitan mencari kulit pengganti," terangnya.

Beduk pun hanya dibunyikan setiap menjelang Sholat Jumat. "Sekarang hanya dibunyikan seminggu sekali, setiap jelang salat jumat," katanya.

Oteng menjelaskan, keberadaan beduk menjadi magnet bagi Masjid Agung Darul Muttaqin. Masjid itu menjadi salah satu destinasi bagi rombongan peziarah dari berbagai kota di Indonesia.

Baca juga: Ini Masjid-Masjid di Jakarta yang Menggelar Sholat Gerhana Bulan Total 

"Mereka penasaran, bahkan sampai berkembang mitos siapa yang bisa mendepa diameter depan beduk, permintaannya terkabul. Itu omong kosong, sebab hanya Allah yang maha mengabulkan permintaan, bukan beduk," tegasnya.

Untuk menjaga beduk tetap lestari, takmir membuat pagar pembatas. "Sehingga, tidak sembarang orang bisa menjamahnya. Kami minta masyarakat tidak mengaitkan Beduk Pendowo dengan mitos apa pun, sebab beduk ini semata-mata dibuat untuk penanda waktu salat, bukan lain-lain," pungkasnya.

(Hantoro)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya