JAKARTA - Pemberangkatan jamaah calon haji (calhaj) untuk Ibadah haji 2021 dibatalkan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Hal ini jelas berdampak psikologis bagi jamaah calon haji.
Menurut Pengamat Haji Indonesia, Ade Marfuddin mengatakan dia dapat memahami apa yang dirasakan, jamaah haji Indonesia yang terkena dampak atas penundaan ini. Karena bagaimanapun, antrean haji Indonesia sangatlah panjang.
"Tentunya atas penundaan ini, efek secara psikolgis, gangguannya kepada jamaah, hampir 221 ribu jamaah, kan ini bukan jamaah baru, 221 ribu jamaah ini adalah jamaah yang 2020 yang diangkat lagi tahun 2021 yang gagal lagi, tertunda lagi keberangkatannya," kata Ade dalam Dialektika Demokrasi yang bertajuk "Nasib Jamaah Haji Indonesia" di Media Center DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (3/6/2021).
Baca Juga: Cerita Mengharukan Calhaj Indonesia Gagal Lagi Berangkat Haji Tahun Ini
Ade menjelaskan, persiapan para jamaah ini sudah matang, bahkan tanpa dianjurkan pemerintah, mereka sudah suntik vaksin meningitis dan Sinovac. Untung saja itu gratis sehingga tidak menimbulkan masalah di lapangan. Hanya saja, para calon jamaah ini sudah berangan-angan untuk berangkat dan pemerintah sudah memberikan kepastiannya.