3. Di waktu mustajab
Mencari waktu-waktu yang merupakan waktu istimewa (mustajab) terkabulnya doa. Hal yang dituntut dari seorang Muslim adalah berdoa secara terus-menerus di waktu kapan pun. Akan tetapi, seorang Muslim juga hendaknya memerhatikan waktu-waktu khusus yang lebih besar kemungkinan untuk dikabulkan.
Misalnya ketika bersujud, atau di akhir malam, atau di bulan Ramadhan, lebih khusus lagi di 10 hari terakhir di bulan Ramadhan. Ini adalah waktu-waktu istimewa, sehingga hendaknya lebih banyak berdoa di waktu-waktu tersebut dibandingkan di waktu lainnya.
Baca juga: Berkaca dari Kecelakaan Rafathar dan Mbak Lala, Baca Doa Ini ketika Naik Kendaraan
4. Sepenuh hati
Berdoa kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dengan sepenuh hati, menghadirkan hatinya untuk benar-benar dikabulkan oleh Allah Ta’ala. Tidak berdoa dengan hati yang lalai dan berpaling, sehingga hanya menggerakkan lisannya saja, sedangkan hatinya berpaling memikirkan yang lainnya.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda:
ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لَاهٍ
Artinya: "Berdoalah kepada Allah dengan keyakinan bahwa doa tersebut akan dikabulkan. Dan ketahuilah, sesungguhnya Allah Ta’ala tidaklah mengabulkan doa dari hati yang lalai dan berpaling." (HR Tirmidzi Nomor 3488 dan Al-Hakim dalam Al-Mustadrak 1/493).
Wallahu a'lam bishawab.
Baca juga: Viral Arya Saloka Usaha Roti Bayarnya Pakai Doa: Untungnya dari Allah Ta'ala
(Hantoro)