MENIKAH adalah salah satu sunah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam. Pasalnya, tersimpan pahala besar di balik mengerjakan amalan salih ini. Bahkan dengan menikah, seorang Muslim bisa menyempurnakan separuh agamanya.
Berdasarkan riwayat dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda:
إِذَا تَزَوَّجَ العَبْدُ فَقَدْ كَمَّلَ نَصْفَ الدِّيْنِ ، فَلْيَتَّقِ اللهَ فِي النِّصْفِ البَاقِي
Artinya: "Jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah pada Allah pada separuh yang lainnya." (HR Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shahihah Nomor 625)
Baca juga: Kisah Mualaf Gadis Kaya Raya Setelah Lihat Pemuda Menjaga Pandangan ketika di Lift
Lantas, kapan waktu terbaik menikah menurut syariat Islam?
Ustadz Ammi Nur Baits ST BA menjelaskan, Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu pernah mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam sangat menyukai sikap optimis yang baik dalam setiap keadaan, termasuk ketika memiliki rencana akan suatu hal yang baik dan halal seperti rencana untuk menikah.
Tetapi, Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam sangat membenci thiyarah atau berkeyakinan sial akan hari, bulan, atau peristiwa tertentu sehingga adanya larangan untuk melaksanakan suatu perencanaan di waktu-waktu tersebut karena dikhawatirkan akan membawa pengaruh buruk.
"Beliau membenci thiyarah, artinya berkeyakinan sial karena hari-hari tertentu atau karena bulan tertentu atau peristiwa tertentu," ungkap Ustadz Ammi Nur Baits, seperti dikutip dari kanal YouTube Yufid TV, Senin (3/1/2022).
Baca juga: Siasat Unik Abu Nawas Lolos saat Akan Dimasak Jadi Bubur: Kubawakan Teman Bertubuh Gemuk