Namun di balik itu semua, Nenden sempat merasakan suka duka tersendiri ketika memutuskan membuka jasa jahit di rumah. Ia mengatakan banyak pelanggan yang sulit dimengerti keinginannya ketika hendak menjahit gaun.
"Jatuh bangun kita cari customer yang baik, yang cocok, sama-sama sehati. Beradaptasinya rada-rada susah," kata Nenden.
Baca juga: Berkat Sedekah Jumat, Suami Istri Selamat dari Kecelakaan Maut Balikpapan
Baca juga: Kena Sihir Bisa Sembuh dengan Baca Doa Ini, Buya Yahya Ungkap Keutamaannya
Walaupun sempat kesulitan mendapatkan pelanggan, Nenden memilih tidak pantang menyerah. Kini ia sangat bersyukur dengan keahlian menjahit yang dimiliki.
Di saat butiknya tutup karena pandemi covid-19, Nenden tetap bisa berkarya dan menghasilkan uang secara mandiri.
Wallahu a'lam bishawab.
(Hantoro)