Dalam hadis disebutkan:
Sesungguhnya cita-cita atau harapan itu merupakan rahmat Allah bagi umatku. Seandainya tidak ada cita-cita dan harapan niscaya tidak ada seorang ibu yng mau menyusui anaknya. Dan tidak ada seorang petani pun yang mau menanam tanaman atau pohon.(HR. ad-Dailami)
Alangkah sempitnya hidup ini jika tidak karena lapangnya harapan. Harapan yang akan melapangkan hidup ini ialah harapan kepada Allah yang maha kasih.
فَإِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرً إِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا
Karena sesungguhnya sesudah (bersama) kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (QS. al-Insyirah Ayat 5-6)
Ayat di atas bisa juga dipahami kebahagiaan selalu ada bersama-sama penderitaan. Dengan ayat ini Allah hendak mengatakan bahwa kesulitan penderitaan, musibah penyakit dll, tidak berdiri sendiri. Ia selalu berdampingan dengan kemudahan.