MAKKAH - Kepala Sektor 2 Syisyah, Makkah Lutfi Yunus mengimbau kepada jamaah haji agar menitipkan kunci kamar hotel kepada resepsionis. Hal ini berkaca pada laporan yang menyebutkan kunci jamaah selalu tertinggal di kamar.
"Untuk itu ketua rombongan, ketua kloter, ketua regu selalu mengingatkan jamaah jika keluar, kunci tersebut dibawa serta kalau tidak kunci tersebut dititip saja di resepsionis supaya tidak menyusahkan yang lain," kata Lutfi di Makkah, Selasa (28/6/2022).
Selama ini jamaah menilai kunci kamar hotel berbentuk fisik seperti kunci pada umumnya, namun kunci di hotel Makkah berbentuk kartu (smart card).
"Ketika jamaah itu menerima kunci dan masuk kamar, kuncinya kita ini elektronik," katanya.
Baca juga: Inilah 7 Oleh-Oleh Haji yang Bisa Dibeli di Tanah Abang, Paling Banyak Dicari
Lutfi menjelaskan, kejadian yang sering terjadi adalah ketika masuk kamar, jamaah menyimpan kunci di dalam kamar lalu dia keluar, sehingga ketika masuk lagi tidak bisa karena kuncinya ada di kamar.
"Makanya setiap saat jamaah tersebut minta dibukakan pintunya, untungnya semua petugas ini antara lain menyimpan master dari kunci pintu jamaah tersebut," katanya.
Sekadar informasi, PPIH telah menyiapkan layanan akomodasi jemaah haji Indonesia selama di Makkah.
Hotel jamaah di Makkah terbagi dalam lima wilayah, yaitu: Misfalah (jarak dari Masjidil Haram sekitar 2 km), Mahbas Jin (sekitar 2 km), Jarwal (sekitar 850 m), Raudhah (sekitar 3,5 km), dan Syisyah (sekitar 4 km).
“Setiap akomodasi tersedia fasilitas kamar tidur dengan kamar mandi di dalam, ruang makan, musala, mesin cuci dan tempat menjemur pakaian,” kata Jubir PPIH Akhmad Fauzin.