"Jika ada jamaah tersesat contohnya, mereka tidak lagi harus merasa khawatir. Saya sendiri sempat bertemu dengan jamaah yang tersesat dan saya tanyakan langsung bahwa, meski tersesat mereka tetap merasa aman dan sejauh mata memandang tampak ada petugas yang siap melayani,” ujarnya
Dari sisi bimbingan ibadah, lanjut Menag, masih perlu beberapa penguatan. Ke depan, perlu pelibatan para pembimbing ibadah dalam kegiatan manasik di KUA sejak awal. Ini sekaligus sebagai pra kondisi pengenalan pembimbing haji dengan jemaah.
“Untuk petugas pembimbing ibadah ini perlu diperkuat dan rekrutmennya supaya dilakukan lebih awal sebelum petugas yang lain. Saya minta juga pembimbing ibadah dapat dilibatkan dalam serangkaian kegiatan manasik di Tanah Air. Ketika berada di Saudi dan melaksanakan ibadah haji pembimbing ibadah sudah kenal dengan jamaahnya," tutup Gus Menteri.
(Qur'anul Hidayat)