Bayar Rp500 Juta, Ada Jamaah Haji Furoda Terlunta-lunta

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Jum'at 22 Juli 2022 13:44 WIB
Ilustrasi. (Foto: Antara)
Share :

MAKKAH - Tidak semua haji furoda mendapatkan pelayanan spesial selama pelaksanaan ibadah haji. Meski sudah bayar ratusan juta Rupiah demi naik haji tanpa antre, nyatanya ada jamaah furoda yang terlunta-lunta.

Hal ini disampaikan Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama Nur Arifin saat diskusi dengan Misi Haji Malaysia (Tabung Haji) yang dipimpin Ketua Tabung Haji Malaysia Dato' Sri Syed Saleh Syed Abdul Rahman.

"Kisah-kisah pilu haji furoda. Pas perjalanan jamaah haji furoda di 2019 ada mendapat pelayanan terbaik dan ada juga jamaah furoda terlunta-lunta," ujar Arifin di Kantor Daker Makkah, Kamis (21/7/2022).

Untuk itu, visa mujamalah atau yang dikenal haji furoda harus melalui Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) dalam rangka ada pelayanan jaminan. Nantinya, PIHK akan melaporkan kepada Kementerian Agama soal jumlah jamaah haji furoda.

 Baca juga: Cerita Jamaah Haji Furoda Bayar Rp500 Juta, Langsung Berangkat ke Tanah Suci Tanpa Antre

Pembahasan haji furoda ini mengemuka setelah adanya 46 jamaah haji furoda asal Indonesia dideportasi otoritas Arab Saudi karena menggunakan visa dari Malaysia dan Singapura. Selain itu, pemberangkatan 46 jamaah haji furoda ini tidak melalui PIHK alias travel abal-abal yang menjanjikan berangkat haji tanpa antre.

"Salah satu kasus haji furoda, mereka pakai visa Singapura dan Malaysia. Ada 46 jamaah haji ternyata pakI visa turis dan ziarah dari Malaysia dan Singapura," kata Nur.

Dijelaskan Nur, pada awalnya visa mujamalah atau kini dikenal haji furoda merupakan undangan kehormatan langsung dari Kerajaan Arab Saudi untuk naik haji. Biayanya pun gratis alias tanpa dipungut biaya.

"Gratis, free dijamin Arab Saudi," kata Nur.

Namun, seiring berjalannya waktu, visa mujamalah ini juga didapat para Amir atau pangeran di Arab Saudi yang kemudian ditawarkan ke biro travel termasuk di Indonesia. Awalnya hanya membayar tiket saja, tapi karena peminatnya tinggi maka pihak travel siap membayar penuh.

Makanya saat ini tidak heran, untuk daftar haji furoda harus membayar rata-rata USD27.000 hingga USD47.000 (Rp405 juta hingga Rp705 juta). Bahkan menurut Nur, ada pihak travel yang menawarkan paket haji furoda hingga USD62.000 atau Rp930 juta (kurs Rp15.000 per USD).

"Ternyata ramai peminatnya tinggi. Di situ lah terjadi tawar menawar, travel bilang kami siap membayar semuanya maka disebut haji mandiri tapi di Arab dikenal furoda," katanya.

Lanjut Nur mengatakan, puncak keemasan haji furoda terjadi pada tahun 2019 dengan memberangkatkan sekira 5.000 jamaah. Namun di tahun 2022, haji furoda tidak semuanya bisa berangkat, termasuk 46 jamaah yang dideportasi.

Padahal pihak travel sudah membeli tiket penerbangan, hotel sudah dibooking namun tidak bisa berangkat karena visa mujamalah tidak terbit.

"Travel juga menawarkan haji furoda di 2022, ini seperti membeli kucing dalam karung. Karung terlihat kucingnya tidak. Bahkan kata travel ini dampaknya melebihi Covid-19, ada sekitar 4.000 jamaah furoda tapi tidak berangkat padahal travel sudah beli tiket, itu kira-kira sudah Rp1,2 triliun," ujarnya.

(Qur'anul Hidayat)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya