MADINAH - Masuk Raudhah di Masjid Nabawi, Madinah tanpa hambatan. Para jamaah haji Indonesia dimudahkan masuk Raudhah dengan surat izin (tasreh). Tasreh membuat alur jamaah haji masuk ke Raudhah berjalan lancar karena sesuai waktu yang ditentukan.
Akses masuk Raudhah di Masjid Nabawi dibedakan untuk jamaah perempuan dan laki-laki.
Jamaah perempuan menunggu masuk Raudhah melalui pelataran Masjid Nabawi di pintu 24. Sementara untuk jamaah laki-laki menunggu di pelataran Masjid Nabawi pintu 37.
Rasulullah SAW menyebut Raudhah sebagai taman surga. Tempat ini juga disebut sebagai area yang mustajab untuk berdoa. Rasulullah SAW bersabda:
Artinya: "Antara rumahku dan mimbarku terdapat taman di antara taman surga." (HR Bukhari dan Muslim).
Raudhah yang letaknya ditandai dengan tiang-tiang putih, berada di antara Rumah Nabi (sekarang Makam Rasulullah SAW) sampai mimbar.
Media Center Haji (MCH) pun berkesempatan masuk ke Raudhah dengan menunjukkan tasreh kepada otoritas keamanan di Masjid Nabawi. Dalam tasreh tersebut terdapat keterangan waktu, pukul hingga jumlah jamaah yang masuk ke Raudhah.
Sebelum masuk ke Raudhah, para jamaah haji harus antre terlebih dahulu sambil menunjukkan tasreh. Jika semuanya sesuai, para petugas dan Askar memperbolehkan jamaah haji masuk ke Raudhah.
Di dalam Raudhah, para jamaah haji bisa shalat sunah hingga berdoa. Namun, waktunya terbatas karena para petugas akan meminta jamaah haji untuk tidak berlama-lama di area Raudhah.
Keistimewaan Raudhah diungkap Konsultan Bimbingan Ibadah Petugas Haji Kyai Wazir Ali. Luas Raudhah dari arah timur ke barat sepanjang 22 meter dan dari utara ke selatan 2 meter, namun diperebutkan jamaah haji seluruh dunia.
"Keistimewaan Raudhah tempat yang sangat mustajab, doa yang kita panjatkan di Raudhah selalu dikabulkan dan pasti dikabulkan Allah SWT sepanjang haji kita bersih, lurus insya Allah dikabulkan," kata Wazir Ali kepada Media Center Haji (MCH), Madinah.