Menurut dia, warg Ranting Muhammadiyah Dukuhbenda merupakan contoh konkret dalam meniti kehidupan menuju surga. Ustadz Fathur mengingatkan kisah seorang tunasusila yang memberi minum seekor anjing kehausan yang diganjar surga.
Selain itu, semangat menghidupkan amal salih yang dilakukan warga Ranting Muhammadiyah Dukuhbenda melalui menghidupkan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) merupakan teladan autentik.
Baca juga: Hukum Mengunggah Perbuatan Amal ke Media Sosial
Baca juga: Fatwa MUI soal Uang Panai Pernikahan: Mubah Selama Tidak Menyalahi Prinsip Syariah
"Mari kita hidupkan AUM kita, karena iman ini harus dibuktikan. Hari itu di pengajian itu, dengan segala keterbatasan terkumpul lebih dari Rp60 juta di pengajian itu untuk membangun SD Tahfidzul Qur'an," tuturnya.
Dalam urusan kebaikan, Ustadz Fathurrahman meyakini bahwa akan banyak orang yang terlibat. Tergantung seberapa serius kebaikan-kebaikan tersebut dibuktikan sebagai tanda dari keimanan yang penuh di hati kaum Muslimin.
Allahu a'lam bisshawab.
(Hantoro)