Amalan ketiga lanjut Aswadi adalah menyisihkan sebagian harta yang dimiliki untuk orang lain.
"Ini sebagaimana disebutkan di dalam Al-Quran Surat Al-Anfal, sebagai orang atau sebagai mukmin sejati itu harus mengamalkan tiga aspek ini sepulang haji," kata Aswadi.
Menurut Aswadi, jika 3 amalan ini dilakukan jamaah haji seusai pulang dari Tanah Suci maka dampak positifnya juga akan kembali pada diri sendiri dan lingkungannya.
"Yang pertama kalau kita itu memperbaiki kepribadian terutama yang bersumber dari lubuk hati yang terdalam itu nanti akan mendapatkan derajat yang tinggi," ungkapnya.
Kemudian kedua saat melakukan amaliah seperti peningkatan shalat berjamaah dan amal-amal jasadiah akan mendapatkan ampunan dari Allah SWT secara terus menerus.
Dan yang ketiga dengan menyisihkan sebagian harta untuk orang lain akan membuat rezeki jamah haji tersebut mulia di hadapan Allah SWT.
"Karena itu Insya Allah jamaah haji ini menurut keyakinan saya sepulang dari Tanah Air, di rumah sudah bisa mengamalkannya," kata Aswadi.
Aswadi juga mengingatkan kepada jamaah haji saat kedatangan tamu seperti saudara, tetangga, teman maupun kolega di rumah agar menyambut dengan kehangatan. Kemudian oleh-oleh yang sudah dibeli di Tanah Suci bisa saling berbagi dengan saudara maupun tetangga.
"Nah tradisi ini diharapkan tidak putus di situ ya, walaupun tidak sebanyak yang spontanitas sehabis melaksanakan ibadah haji itu," katanya.
Amalan ini sebagai wujud dari nilai-nilai saat melakukan wukuf di Arafah karena pada saat wukuf semua jamaah haji memiliki kebulatan tekad untuk meninggalkan hal-hal yang tidak berkenan dilakukan.
"Kemudian dia mengabadikan nilai-nilai kebaikan untuk ditindaklanjuti dan yang ketiga wukuf itu kan juga merawat supaya kebaikan itu terus berkembang sampai akhir hayatnya," tukasnya.
(Fakhrizal Fakhri )