Meskipun kawan yang tidak akrab sekalipun, semua bersuka cita menyambut kedatangan Nopan masuk agama Islam.
Namun, berbeda dengan respons orangtua Nopan di kampung halamannya Balai Karangan. Walau tidak dicaci maki, ia menerima ekspresi kurang menyenangkan.
"Pertama kali pulang ke kampung itu pas lebaran. Waktu itu masih renggang, masih terbatas komunikasi. Beberapa hari pulang seadanya aja. Belum ada senda tawa, terlalu tegang suasananya. Mau mulai komunikasinya segan," kata Nopan.
Baca juga: Menangis Pertama Kali Dengar Adzan, Bule Cantik Ini Mantap Masuk Islam
Baca juga: Cerita Bule Australia Jadi Mualaf Setelah Bekerja di Indonesia, Bermula Takjub Lantunan Adzan
Sikap dingin orangtuanya tidak lain dikarenakan banyak orang yang terus-menerus mempertanyakan keislaman Nopan. Beruntung, lambat laun orangtuanya makin bisa menerima keputusan sang anak.
Orang-orang yang sebelumnya "meneror" orangtua Nopan dengan berbagai pertanyaan pun sudah tidak lagi seperti itu.
"Orangtua sendiri alhamdulillah sudah menerima dan sudah bisa bercanda tawa," pungkasnya. Allahu a'lam bisshawab.
(Hantoro)