INILAH kisah mualaf cantik memutuskan masuk Islam setelah sering mendengar lantunan adzan. Hatinya tergugah dan tersadarkan diri untuk menjadi Muslim.
Wanita yang akrab disapa Debora itu mulanya adalah seorang non-Muslim yang cukup taat terhadap keyakinannya. Begitu juga hampir seluruh keluarganya menganut kepercayaan sama. Bahkan, dirinya aktif di rumah ibadah.
Debora sendiri tinggal di lingkungan mayoritas non-Muslim. Namun, diam-diam ia sering menyimak adzan maghrib di televisi, lantaran di daerahnya, yaitu salah satu kawasan di Sumatera, tidak ada masjid.
"Jadi hanya adzan maghrib, karena di sekitar rumah saya tidak ada masjid," kata Debora, seperti dikutip dari kanal YouTube Ngaji Cerdas, Jumat (9/9/2022).
Kemudian suatu hari Debora diam-diam mendengarkan adzan karena merasa nyaman. Ia mengaku ketika anggota keluarga lainnya tidak ada di rumah, suara adzan di televisi selalu dikencangkan.
"Ketika orangtua ada, saya kecilin atau dipindah ke channel lain," ungkapnya.
Sementara keluarganya sendiri tidak pernah tahu jika Debora mulai belajar dan mengenal Islam. Tapi, ia tetap melakukannya selama diam-diam, dan kedua orangtuanya benar-benar tidak mengetahui akan hal itu.
Setelah lulus sekolah, Debora memutuskan merantau ke Jakarta. Sesampainya di Ibu Kota, dirinya mendapat banyak pengalaman, termasuk tentang keagamaan.
Sampai suatu hari ia ditanya tentang sosok penting di agamanya dulu, dan terjadi diskusi dengan temannya yang Muslim.
Hingga akhirnya Debora mendapatkan hidayah Islam. Ia memutuskan masuk Islam saat berada di Jakarta, tanpa sepengetahuan kedua orangtua dan keluarga besar lainnya.
Namun pada akhirnya, keluarga besarnya tahu kalau dirinya sudah menjadi mualaf. Sempat ditentang, dan diminta kembali lagi ke keyakinan sebelumnya. Akan tetapi secara perlahan keluarga khususnya orangtuanya mulai menerima keputusan Debora ini.
Kemudian ia bertemu dengan seorang pria yang juga mantan pemuka agama, serta sama-sama menjadi mualaf. Keduanya menikah dan dikaruniai anak, hingga kini rumah tangganya tetap harmonis dan hidup bersama.
Wallahu a'lam bisshawab.
(Hantoro)