Khotbah Idul Adha Singkat: Mencontoh Keteladanan Nabi Ibrahim

Hantoro, Jurnalis
Senin 10 Oktober 2022 15:30 WIB
Ilustrasi khotbah Idul Adha singkat. (Foto: Dok Okezone/Rus Akbar)
Share :

Orang yang Hanif

Hanif artinya bertekad mengikuti kebenaran dan jalan yang lurus. Nabi Ibrahim Alaihissallam adalah seorang yang berpegang teguh terhadap kebenaran, tidak berpaling untuk meninggalkannya, dan memiliki pemahaman agama yang lurus.

Tidak pernah terlintas di pikiran beliau untuk meninggalkan agama yang benar ini. Jadi sudah sepantasnya dan seharusnya kita meneladani beliau dalam berpegang teguh pada ajaran yang benar ini.

Bukanlah Seorang Musyrik

Nabi Ibrahim Alaihissallam bukanlah termasuk orang yang menyekutukan Allah Subhanahu wa ta'ala. Bahkan beliau secara tegas mendakwahkan tauhid. Ada anggapan keliru bahwa Nabi Ibrahim pernah bingung terhadap Rabb-nya. Ayat ini membantah bahwa Beliau tidaklah pernah sama sekali menyekutukan Allah Ta'ala.

Namun, kita lihat praktik umat Islam zaman sekarang, masih banyak yang melakukan amalan menuju kesyirikan, bahkan telah mencapai derajat kesyirikan itu sendiri. Padahal, kesyirikan adalah dosa yang tidak terampuni dan pelakunya akan kekal di dalam neraka jika tidak bertobat sebelum meninggal.

Penutup 

Sungguh ayat yang telah disebutkan sebelumnya menunjukkan keteladanan seorang Nabi Ibrahim Alaihissallam. Kita sebagai umat Islam yang mengaku beriman kepada Beliau, hendaknya menjadikan Beliau sebagai teladan kita.

Oleh karena itu, sepatutnya bagi kita mencontoh Beliau, karena Beliau adalah Khalilurrahman, Sang Kekasih Allah Ta’ala. Jika kita hendak dicintai oleh Allah Ta’ala, maka contohlah Nabi Ibrahim Alaihissallam. Semoga Allah Ta’ala melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua. Wallahu Muwaffiq.

Oleh: Ustadz Wiwit Hardi Priyanto

(Hantoro)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya