KHOTBAH Idul Adha singkat akan dibahas dalam artikel kali ini. Dapat menjadi referensi kaum Muslimin jika berkesempatan menjadi khatib Sholat Idul Adha.
Khotbah Idul Adha tentu tidak terlepas dari ibadah haji serta contoh pengorbanan yang dilakukan Nabi Ibrahim Alaihissallam. Ini sebagai bentuk ketakwaan umat Islam atas perintah Allah Subhanahu wa ta'ala.
Langsung saja, berikut contoh khotbah Idul Adha singkat tentang "Mencontoh Keteladan Nabi Ibrahim Alaihissallam", sebagaimana disampaikan Ustadz Wiwit Hardi Priyanto, dikutip dari Muslim.or.id:
BACA JUGA:Umat Islam Sholat Id 3 Kali dalam Setahun pada 2033, Sangat Langka Terjadi!
Hari raya ‘Idul Adha merupakan hari raya bagi umat Islam selain hari raya ‘Idul Fitri. Hari di mana umat Islam yang berada di Masjidil Haram melaksanakan ibadah haji. Hari di mana berbagi kebahagiaan di antara kaum muslimin. Dan yang paling berkesan adalah saat penyembelihan hewan kurban. Umat Islam bergotong royong, saling membantu satu sama lain. Hal ini terlihat ketika penyembelihan dimulai hingga pembagian daging hasil sembelihan.
Jika diselisik lebih dalam, sejarah penyembelihan kurban itu sendiri berasal dari kisah Nabi Ibrahim Alaihissallam bersama putranya Nabi Ismail ‘alaihimash shalatu wa sallam. Jika kita mau mengambil pelajaran, banyak sekali keteladanan yang dapat kita ambil dari Nabi Ibrahim.
Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:
إِنَّ إِبْرَاهِيمَ كَانَ أُمَّةً قَانِتًا لِلَّهِ حَنِيفًا وَلَمْ يَكُ مِنَ الْمُشْرِكِينَ
"Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang Imam (yang dapat dijadikan teladan), qaanitan (patuh kepada Allah), dan hanif, dan dia bukanlah termasuk orang musyrik (yang menyekutukan Allah)." (QS An-Nahl: 120)
BACA JUGA:Sholat Id Dikerjakan 3 Kali dalam Setahun pada 2033, Ini Penyebabnya
Sebagai Teladan
Nabi Ibrahim Alaihissallam disebut dengan Abul Anbiya (bapaknya para Nabi). Tidaklah seorang nabi setelah Nabi Ibrahim kecuali semuanya berasal dari keturunan Beliau. Nabi Ibrahim disebut juga seorang Imam karena beliau menjadi teladan bagi kita semua.
Sebagaimana Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman di Surat Al Furqan Ayat 74:
وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
"Dan jadikanlah kami sebagai imam (pemimpin) bagi orang yang bertakwa." (QS Al Furqan: 74)
Para ahli tafsir menjelaskan yang dimaksud "imam" pada ayat tersebut adalah dijadikan sebagai teladan bagi orang-orang yang hidup sesudahnya.