Dikutip dari laman Infoastronomy, pada usia 17 tahun, Al Biruni sudah mampu menghitung posisi lintang bujur dari Kath, Khwarizm, dengan metode tinggi matahari. Ia memecahkan persamaan geodesi kompleks untuk menghitung jari-jari bumi.
Al Biruni juga mendapat angka sekira 6339,9 kilometer atau hanya berselisih 16,8 km dari nilai modern yaitu 6356,7 km.
Sementara pada usia 22 tahun, Al Biruni sudah menulis sejumlah karya ilmiah, termasuk tentang proyeksi peta, penggunaan sistem koordinat 3D–Cartesian dan transformasinya ke sistem koordinat polar.
Dalam pengamatan astronomi, Al Biruni membuat instrumen astronomi, seperti alat untuk mencari kiblat. Ia juga menjelaskan perbedaan astrologi dari astronomi.