MADINAH - Dari Madinah ke Maqbaroh Syuhada Badar dibutuhkan waktu sekitar 1,5 sampai 2 jam menggunakan kendaraan roda empat. Dengan jarak sekitar 150 kilometer, sepanjang perjalanan ke salah satu tempat bersejarah dalam perkembangan agama Islam tersebut ditemani pemandangan gurun dan perbukitan batu di kanan kiri jalan.
Dalam kondisi tertentu, bisa jadi perjalanan juga akan sedikit dibuat tegang dengan terpaan angin kencang yang membawa debu menerpa mobil.
Jika tekanan angin kencang, mobil harus menepi sampai kondisi memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan. Tapi, tantangan itu akan sepadan dengan pengalaman sejarah di tempat berlangsungnya salah satu perang terbesar umat Islam, bahwa tidak ada yang tak mungkin jika Allah sudah berkehendak.
Bicara bangunan fisik makam, tidak ada yang istimewa dari tempat tersebut. Saat tiba di sana yang ada hanya hamparan makam luas dikelilingi pagar dengan tinggi sekitar tiga meter.
Di depannya ada tulisan Maqbaroh Syuhada Badar atau Pemakaman Syuhada Perang Badar. Makam tersebut juga pemakaman lain di Arab Saudi, tidak ada penanda seperti batu nisan atau apapun untuk membedakan makam sahabat satu dengan yang lainnya. Makam tersebut juga tertutup karena jamaah tidak bisa masuk. Bentuk hamparan tanahnya juga dibiarkan berantakan.
Ini agak berbeda misalnya dengan pemakaman Baqi di Madinah yang ada akses jalan berapaving untuk akses jamaah berjalan di dalam area makam. Ada paving tapi belum jelas fungsinya untuk apa. Peziarah yang datang ke pamakaman badar, hanya bisa melihat dari luar pagar sambil mengingat betapa dahsatnya perang yang terjadi pada 17 Ramadan 2 Hijriah.
Penanda khas dari makam tersebut adalah sebuah tugu bertuliskan nama 14 sahabat Nabi Muhammad SAW yang gugur dalam perang tersebut. “Banyak pengunjung ke sini. Terutama jemaah haji dan umrah dari Indonesia dan Malaysia. Sekali datang bisa 10 bus,” kata Ray sopir taksi yang biasa mangkal di depan makam.
Sejarah mencatat, perang badar adalah perang besar yang pertama kali terjadi dalam sejarah Islam dimana Nabi Muhammad SAW memimpin langsung penyerangan terhadap kaum Quraisy. Peperangan itu melibatkan 313 kaum muslim, dengan 8 pedang, 6 baju perang, 70 ekor unta, serta 2 ekor kuda. Jumlah ini kalah jauh dibandingkan kaum Quraisy yang mengerahkan pasukan 1.000 orang, dengan 600 persenjataan lengkap, 700 unta, serta 300 kuda.
BACA JUGA:
Kondisi yang sempat membuat kaum muslimin menjadi khawatir. Tidak sedikit yang pesimistis bisa mengalahkan pasukan Quraisy yang bersenjata lengkap. Bahkan Nabi Muhammad SAW. malam menjelang perang diliputi cemas membayangkan nasib Islam jika tidak memperoleh kemenangan dalam Perang Badar. Sebelum pertempuran, Rasulullah SAW terus-menerus berdoa memohon pertolongan kepada Allah dengan melafalkan:
"Allahumma ya Allah. Kaum Quraisy kini datang dengan segala keangkuhannya, berusaha mendustakan Rasul-Mu. Ya Allah, pertolongan-Mu juga yang Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, jika pasukan Islam ini binasa, tak lagi ada ibadah kepada-Mu di muka bumi." Doa tersebut terus diulang sampai pagi.
BACA JUGA:
Dan sejarah kemudian menuliskan Allah memenuhi janjinya dengan memberikan kemenangan kepada umat Islam.
Dalam perang di Lembah Badar, Allah SWT memberikan pertolongan dengan menurunkan seribuan malaikat dari langit sebagai bantuan kepada umat Islam. Sebanyak 70 tentara quraisy meninggal dan 70 menjadi tawanan. Sedangkan dari umat Islam 14 syuhada meninggal dunia.
Yang menarik, dalam perjalanan pulang, Nabi Muhammad SAW justru mengatakan ada yang jihad lebih besar dbandingkan dengan dengan perang badar. Mendengar itu, para sahabat heran. Mereka kemudian bertanya, apakah jihad yang lebih besar dari perang badar? “Jihad melawan hawa nafsu,” jawab Nabi Muhammad SAW.
(Fakhrizal Fakhri )