Menurut Ibnu Abbas Radhiyallahu anhu, pakar tafsir kenamaan dari kalangan sahabat, maksud dari rahmat Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam ayat tersebut adalah sosok Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam.
Jadi, bergembira akan kelahiran sosok Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam yang menjadi rahmat bagi semesta alam boleh dilakukan umat manusia.
Dikisahkan bahwa pada hari-hari mendekati kedatangan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam, banyak penduduk Madinah setiap hari keluar bersama dari rumahnya dan menunggu beliau ketika hijrah dari Makkah.
Mereka keluar rumah setelah waktu subuh sampai tengah hari. Jika tidak ada tanda-tanda kemunculan Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam, maka mereka kembali pulang ke rumah masing-masing. Hal itu dilakukan beberapa hari.
Sampai akhirnya suatu hari Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam dan Abu Bakar Radhiyallahu anhu sampai di Madinah pada siang hari. Ini ketika para penduduk sudah kembali ke rumah masing-masing.