Kemenag Ungkap Risiko Umrah Backpacker, Salah Satunya Terkait Denda

Widya Michella, Jurnalis
Senin 09 Oktober 2023 14:21 WIB
Ilustrasi Kemenag ungkap risiko umrah backpacker. (Foto: Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi)
Share :

Kedua, perjalanan umrah backpacker tidak ada jaminan layanan. Diakui bahwa biayanya lebih murah, lebih lancar, namun berbasis teori. Faktanya di lapangan umrah menggunakan layanan backpacker akan sungguh menyulitkan.

"Masyarakat Indonesia dengan Saudi itu budayanya berbeda, bahasanya beda, alamnya beda, sistem pemerintahannya. Kalau ada masalah maka siapa yang menjamin kan kasihan," kata dia.

Lantas, Nur Arifin mencontohkan bahwa jika jamaah umrah backpaker tiba-tiba sakit, maka Pemerintah Arab Saudi tidak akan bertanggung jawab karena tidak menggunakan visa umrah.

"Kalau menggunakan visa umrah ada unsur asuransi ditanggung kesehatan selama di Saudi maka semua rumah sakit Saudi menjamin. Tetapi kalau tidak ada tentu mereka tidak mau menerima. Siapa yang bertanggung jawab, sementara travelnya enggak jelas dan sebagainya akhirnya masyarakat jadi korban," paparnya.

Dengan demikian, dia mengimbau masyarakat untuk tetap menaati peraturan yang ada di Indonesia dengan mendaftar ibadah umrah melalui PPIU. Lembaga berizin tersebut diharapkan dapat menjamin seluruh layanan yang diperlukan jemaah saat hendak berangkat umrah ke Tanah Suci.

"Oleh karena itu, maka ayo kita dukung aturan, kita dukung travel-travel yang berizin, sehingga ibadah kita berbasis ibadah yang sah sesuai syariat dan ada jaminan layanan. Kalau menggunakan travel yang sah kita semua bisa hidup tertib sesuai aturan sehingga bisa beribadah berbasis sah, Insya Allah mabrur," tutupnya. 

(Hantoro)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya