KEMENTERIAN Agama (Kemenag) membangun Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Gedung ini memiliki desain elegan dan berbasis budaya lokal.
Gedung Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu yang dibangun lewat skema SBSN 2023 senilai Rp2,8 miliar itu menyajikan ragam layanan untuk warga. Gedung layanan dua lantai ini juga ramah dengan penyandang disabilitas, anak, dan ibu menyusui.
Saat masuk ruangan lantai satu, ada Cafe Corner yang menyuguhkan minuman teh dan kopi. Ada juga ruang laktasi, ruang kepala seksi haji dan umrah, ruang staf, ruang dokumen, ruang foto dan sidik jari, serta ruang layanan bank syariah.
Setiap warga yang masuk mendapat tiket antrean dari mesin otomatis di pojok kanan pintu masuk. Terdapat juga kursi antrean yang hanya beberapa langkah dari pegawai yang melayani dengan ramah. Di lantai dua gedung, ada aula atau ruang serbaguna.
Di dalam gedung itu ada lukisan rumah ibadah lintas agama yang mengandung pesan Moderasi Beragama.
Staf Khusus Menteri Agama Bidang Komunikasi dan Informasi Publik Wibowo Prasetyo berharap pusat layanan di Kemenag Purworejo ini dapat berlari kencang dalam menyukseskan program digitalisasi Kemenag dan memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.
"Saya berharap PLHUT ini bisa membawa Kemenag berlari kencang. AC jangan adem saat di-launching, usai launching AC-nya rusak. Jadi tolong dirawat, termasuk bangunan bagus ini. Tampilan fisik juga akan berdampak pada layanan dan kenyamanan," ujarnya saat meresmikan PLHUT Kemenag Purworejo, Rabu 11 Oktober 2023, dikutip dari Kemenag.go.id.
Ia menambahkan, dalam arahan yang selalu disampaikan Menag Yaqut Cholil Qoumas, ASN Kemenag harus melayani masyarakat dan umat beragama dengan sebaik-baiknya. Sehingga, masyarakat merasa nyaman untuk minta dilayani.
"Berikan yang terbaik. Hindari hal-hal yang tidak akuntabel. Kita memiliki program digitalisasi yang akan menyatukan semua layanan dengan format digital. Format ini tidak bisa ditawar-tawar lagi dan kita harus beradaptasi dalam melayani umat yang tentunya juga dapat menimalisir terjadinya penyelewengan," jelasnya.
"Digitalisasi akan menyentuh semua level layanan dengan prima. Semoga PLHUT Kemenag Purworejo yang telah ditetapkan sebagai PLHUT terbaik di antara proyek SBSN di Jawa Tengah ini bisa menjadi motivasi bagi PLHUT lainnya dalam memberikan pelayanan profesional transparan dan akuntabel. Saya bangga dengan fasilitas PLHUT Kemenag Kabupaten Purworejo, " imbuhnya.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Purworejo Aziz Muslim menambahkan, pengerjaan PLHUT di Purworejo masuk kategori tercepat dalam pembangunan gedung.
"Harapan kami, PLHUT Kemenag Purworejo dapat menjadi rumah bagi umat di Purworejo. Kami akan memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat," ucapnya.
(Hantoro)