JAMAAH haji dan umrah ketika di Masjidil Haram hendaknya berusaha mendatangi Maqam Ibrahim. Ini menjadi salah satu tempat yang tidak boleh dilewatkan jamaah haji maupun umrah.
Letak Maqam Ibrahim persis di depan bangunan suci Kakbah, Masjidil Haram, Kota Makkah, Arab Saudi. Namun, ini bukanlah tempat peristirahatan terakhir Nabi Ibrahim Alaihissallam.
Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani) Ustadz Ainul Yaqin mengatakan Maqam Nabi Ibrahim merupakan tempat berdirinya Nabi Ibrahim Alaihissallam ketika membangun Kakbah bersama putranya Ismail.
"Ini bukan makam atau tempat dikuburkan Nabi Ibrahim Alaihissallam, tapi tempat beliau berpijak," ujarnya saat dihubungi Okezone beberapa waktu lalu.
Di tempat ini terdapat jejak kaki Nabi Ibrahim Alaihissallam saat beliau berdiri hendak membangun Kakbah. Kini, Kakbah merupakan kiblat umat Islam seluruh dunia.
Ketika akan membangun Kakbah, temboknya terlalu tinggi. Maka Nabi Ibrahim Alaihissallam menggunakan batu sebagai pijakannya, dan jejaknya kakinya itu pun tertinggal.
Maqam Ibrahim diabadikan dan dipercantik dengan menggunakan bingkai yang terbuat dari emas, kaca, serta perak. Apabila diperhatikan, mirip dengan menara berukuran kecil.
Mulanya Maqam Ibrahim amat dekat dengan Kakbah. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, kemudian menjauh beberapa meter dari Kakbah pada masa Khalifah Umar bin Khattab.
Kemudian pada masa selanjutnya, batu yang merupakan jejak peninggalan Nabi Ibrahim Alaihissallam itu dikelilingi oleh perak. Sehingga jejaknya itu tetap terjaga, dan abadi hingga saat ini.
Sementara beberapa waktu lalu, Pemerintah Arab Saudi merilis foto terbaru batu jejak Nabi Ibrahim. Sebelumya tidak ada seorang pun yang tahu penampakan jelasnya.
Presidensi Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi menangkap detail Maqam Ibrahim dengan teknik baru fotografi yang menggunakan fokus panorama bertumpuk. Teknik tersebut menghasilkan satu gambar dengan resolusi tertinggi.
Menurut informasi, bentuk bingkai jejak kaki Nabi Ibrahim Alaihissallam adalah persegi. Sementara bentuk kakinya terdapat dua lubang berbentuk oval di tengahnya.
Saking istimewanya, Maqam Ibrahim ini disebutkan dalam kitab suci Alquran Surat Al Baqarah Ayat 125. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَإِذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَابَةً لِلنَّاسِ وَأَمْنًا وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى ۖ وَعَهِدْنَا إِلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ أَنْ طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْعَاكِفِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ
"Dan (ingatlah) ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan ja¬dikanlah sebagian maqam Ibrahim tempat salat." (QS Al Baqarah: 125)
Biasanya, para jamaah haji atau umrah akan melakukan sholat sunnah dan berdoa dengan khusyuk di depan Maqam Ibrahim.
Bagi kaum Muslimin yang telah terpanggil menjadi tamu Allah Subhanahu wa Ta'ala, bisa menemukan Maqam Ibrahim di depan Gerbang Kakbah, 10 hingga 11 meter sebelah timur Kakbah, di bagian yang mengarah ke Safa dan Marwah.
Wallahu a'lam bisshawab.
(Hantoro)