KEMENTERIAN Agama (Kemenag) mulai melakukan berbagai persiapan teknis penyelenggaraan haji 2024, baik di dalam negeri maupun Arab Saudi. Mitigasi ini dilakukan untuk merumuskan skema persiapan yang lebih komprehensif.
"Kita siapkan secara matang, terutama terkait akomodasi jamaah, baik itu di dalam negeri maupun di Arab Saudi, karena per hari ini kita sudah mendapatkan tambahan kuota dari Arab Saudi sebanyak 20.000 jamaah, sehingga sudah pasti layanan akomodasi juga akan terdampak, ini termasuk layanan di asrama haji dan juga hotel-hotel di Arab Saudi," kata Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Hilman Latief.
"Tidak hanya asrama haji embarkasi, tapi juga asrama haji antara. Saat ini sudah ada satu yang dikatakan memenuhi syarat untuk menjadi asrama haji antara, yaitu Ambon," imbuhnya, dikutip dari Haji.kemenag.go.id.
Sekretaris Ditjen PHU Ahmad Abdullah berharap kebijakan teknis yang akan dirumuskan nantinya sesuai dengan sembilan rekomendasi dari Mudzakarah Perhajian Indonesia 2023.
"Harapannya agar bagaimana kebijakan teknis yang diterapkan dapat sejalan dengan rumusan rekomendasi dari Mudzakarah Perhajian kemarin. Dengan kuota yang sudah ada, kita estimasikan nanti akan ada keberangkatan sekitar 30 kloter jamaah haji setiap harinya," terangnya.