8 Tantangan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah, Termasuk Membuat Jamaah Tidak Gaptek

Hantoro, Jurnalis
Kamis 09 November 2023 13:18 WIB
Ilustrasi kelompok bimbingan ibadah haji dan umrah. (Foto: Okezone)
Share :

KELOMPOK bimbingan ibadah haji dan umrah (KBIHU) adalah penyelenggara bimbingan dua ibadah itu yang telah memenuhi perizinan berusaha. Namun, ada sejumlah tantangan yang harus dijawab KBIHU seiring terbitnya Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 7 Tahun 2023.

Direktur Bina Haji Kementerian Agama (Kemenag) Arsad Hidayat memaparkan, tantangan pertama adalah tuntutan profesionalitas dalam melakukan tugas sebagai lembaga bimbingan manasik dan pendampingan jamaah haji atau umrah.

KBIHU tidak lagi mengurusi tugas-tugas yang menjadi kewenangan petugas penyelenggara ibadah haji (PPIH) di Arab Saudi, misalnya mengatur penempatan akomodasi di Kota Makkah dan Madinah.

"Dulu masih ada KBIHU yang ngatur-ngatur penempatan jamaah haji, baik di hotel Makkah maupun Madinah. Ke depan itu sudah tidak lagi," jelasnya dalam Mukernas I Forum Komunikasi KBIHU 2023 di Surabaya, Selasa (7/11/2023), dikutip dari Kemenag.go.id. 

Kedua, lanjut dia, mampu memberikan manasik yang moderat dan mengusung tema-tema kemudahan (taysir). Ini penting karena penyelenggaraan ibadah haji di masa mendatang akan didominasi jamaah haji lanjut usia (lansia).

"Fenomena jamaah lansia akan mewarnai kebarangkatan jamaah haji setiap tahunnya," ungkapnya.

Ketiga, jamaah makin kritis dalam menilai layanan, termasuk layanan bimbingan ibadah haji. KBIHU harus mampu mendengar serta memberi jawaban atau solusi atas permasalahan yang dihadapi jamaah haji, terutama yang berhubungan dengan peribadatan.

"Perlu respons cepat kita dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi jamaah," imbaunya. 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya